Tautan-tautan Akses

Bantuan Mulai Tiba di Daerah Bencana Topan Haiyan

  • Simone Orendain

Seorang korban topan Haiyan yang selamat berdiri menggendong anaknya sambil melihat helikopter yang terbang rendah yang membawa bantuan untuk para korban bencana di Guiuan, Pulau Samar, Filipina.

Seorang korban topan Haiyan yang selamat berdiri menggendong anaknya sambil melihat helikopter yang terbang rendah yang membawa bantuan untuk para korban bencana di Guiuan, Pulau Samar, Filipina.

Bantuan dan persediaan yang sangat dibutuhkan mulai tiba di daerah-daerah Filipina tengah satu minggu setelah topan hebat memporak porandakan kawasan itu.

Pejabat Filipina mengatakan jumlah yang tewas kini mencapai 3.621 dan mengakui jumlahnya kemungkinan akan meningkat.

Parahnya kerusakan yang ditimbulkan bencana menyulitkan penghitungan jumlah korban. Tapi hari Jumat pemerintah Filipina memperkirakan 1,4 juta orang kehilangan tempat tinggal akibat topan Haiyan dan 400 ribu diantaranya masih membutuhkan makanan dan keperluan mendasar.

Tapi kini, pejabat kedutaan Amerika di Manila mengatakan makin banyak tempat-tempat yang menerima barang untuk dibagikan dibandingkan sehari sebelumnya.

Wakil kepala misi Kedutaan Amerika Brian Goldbeck mengatakan kepada wartawan di Manila pengiriman persediaan dilakukan sekurangnya di 16 lokasi di provinsi yang dilanda topan paling parah.

“Jadi bisa dianggap sebagai sebuah pusat pembagian dan dari lokasi terakhir tersebut bisa lebih banyak lagi yang dibagikan. Saya rasa kini pembagian lebih baik di banyak daerah yang tidak kita saksikan sebelumnya,” kata Goldbeck.

Sekitar 20 helikopter tiba di kapal induk USS George Washington, yang merapat Kamis malam di Provinsi Samar, di Leyte timur. Goldbeck mengatakan helikopter itu akan digunakan untuk mengirim makanan, obat-obatan dan persediaan lain ke daerah-daerah yang tidak terjangkau. Helikopter-helikopter Filipina juga membagikan barang-barang bantuan.

Tapi meskipun ada laporan kemajuan, situasi di kota Tacloban yang paling parah dilanda topan tetap sulit. Organisasi-organisasi bantuan internasional menyampaikan kecemasan karena masih belum bisa mencapai titik-titik tertentu di kota itu.

Orla Fagan adalah petugas hubungan masyarakat Masalah Kemanusiaan PBB di Manila. Ia khawatir mengenai makin berkurangnya persediaan bahan bakar bagi kendaraan yang membawa bantuan. Tapi ia mengatakan itu hanyalah satu masalah .

“Juga ada masalah listrik mati. Saya tidak tahu bagaimana situasi pagi ini. Ada masalah komunikasi. Telepon genggam saat ini kadang tersambung kadang tidak , juga jalan-jalan masih tertimbun reruntuhan,” kata Fagan.

Pemerintah Filipina sebelumnya minggu ini mengatakan krisis itu adalah salah satu “operasi logistik dan bantuan terbesar yang dilakukan oleh Filipina”. Hari Jumat para pejabat membela upaya bantuan meskipun gagal mencapai banyak korban selamat.

Di Tacloban, Menteri Dalam Negeri Mar Roxas berbicara kepada wartawan.

“Dalam situasi seperti ini tidak ada yang cukup cepat. Kebutuhan sangat besar, kebutuhan diperlukan segera. Kita tidak bisa mengesampingkan siapapun karena semua orang pada saat yang sama lapar, tidak punya air, tidak memiliki komunikasi, tidak ada listrik. Jadi ini yang menjadi tantangan ….,”kata Menteri Roxas.

Hari Jumat pagi pejabat mengatakan pemerintah telah mencapai tujuannya membagikan paket makanan ke 40 lokasi terpencil di sekitar Tacloban dalam periode 24 jam. Pembagian ini cukup untuk dua atau mungkin tiga hari. Tapi itu berarti pembagian makanan serupa harus dilanjutkan untuk memberi makan ratusan ribu orang yang kelaparan dan tidak punya tempat tinggal.
XS
SM
MD
LG