Tautan-tautan Akses

AS

Bank Sentral AS Terus Potong Stimulus Ekonomi


Gubernur Bank Sentral AS Janet Yellen dalam sidang Kongres (11/2).

Gubernur Bank Sentral AS Janet Yellen dalam sidang Kongres (11/2).

Bank sentral mengatakan pihaknya akan memotong pembelian menjadi $55 milyar April, turun dari $65 milyar saat ini.

Bank Sentral Amerika Serikat terus memotong stimulus langsung ekonomi Amerika, yang merupakan terbesar di dunia.

Para pembuat kebijakan bank sentral mengatakan Rabu (19/3) bahwa bulan depan bank sentral akan memotong lagi pembelian obligasi yang bertujuan untuk mempertahankan suku-bunga rendah dan meningkatkan pertumbuhan pekerjaan.

Mereka mengatakan keadaan cuaca yang dinginnya tidak biasa dan bersalju memperlamban ekonomi Amerika musim dingin ini, tetapi ada cukup kekuatan yang mendasar dalam ekonomi untuk mendorong para majikan untuk menambah pekerja dalam bulan-bulan mendatang.

Gubernur Bank Sentral yang baru Janet Ellen mengatakan angka pengangguran Amerika pada Februari 6,7 persen masih terlalu tinggi berdasarkan standar sepanjang sejarah Amerika, tetapi para ekonom bank sentral memperkirakan angka tersebut akan terus turun sepanjang tahun ini, kemungkinan sampai serendah 6,1 persen dan mencapai tingkat normal sebelum 2016.

Bank Sentral Amerika tahun lalu membeli US$85 milyar obligasi sebulan dalam usaha untuk memperlancar pemulihan ekonomi Amerika dari kedalaman resesi 2009, yang terburuk di Amerika sejak 1930an.

Setelah pertemuan dua hari di Washington, bank sentral mengatakan pihaknya akan memotong pembelian menjadi $55 milyar April, turun dari $65 milyar saat ini. Pemotongan itu menjaga bank sentral tetap pada jalurnya untuk mengakhiri semua pembelian tahun ini, walaupun bank sentral mengatakan tidak ada jadwal yang pasti.

Bank Sentral terus menjaga suku bunga patokannya dekat nol persen dan mengatakan bank sentral akan mempertahankan tingkat itu dalam waktu yang lama setelah stimulus program pembelian obligasi berakhir.

Bank sentral sebelumnya mengatakan bahwa suku bunga kunci dapat dinaikkan segera setelah Amerika mencapai angka pengangguran 6,5 persen. Tetapi, dalam pergeseran kebijakan, Yellen mengatakan berbagai faktor ekonomi akan dipertimbangkan sebelum suku bunga bank sentral diubah.

Pertemuan itu adalah yang pertama dipimpin oleh Yellen, perempuan pertama memimpin bank sentral Amerika yang kuat itu dalam sejarahnya yang sudah satu abad.

Keputusan Bank Sentral Amerika sering memainkan peran utama dalam ekonomi dunia. Bank sentral beberapa negara, khususnya negara-negara ekonomi kuat yang baru, telah memperhatikan dengan sangat seksama sementara Amerika Serikat mulai menarik stimulus ekonomi Amerika dan dan suku bunganya naik sedikit.

Para pemimpin negara ekonomi kuat yang baru khawatir bahwa sementara laba investasi membaik di Amerika, para investor surat berharga atau sekuritas akan menarik milyaran dolar dari negara-negara mereka untuk ditanam di Amerika Serikat.
XS
SM
MD
LG