Tautan-tautan Akses

AS

Bank Sentral AS akan Akhiri Kebijakan Moneter yang Dianggap Terlalu Longgar


Kandidat Wakil Gubernur Bank Sentral AS diambil sumpahnya di Gedung Capitol, Washington DC (13/3).

Kandidat Wakil Gubernur Bank Sentral AS diambil sumpahnya di Gedung Capitol, Washington DC (13/3).

Bank Sentral AS akan mengakhiri kebijakan moneter yang terlalu longgar, yang telah diberlakukan selama lima tahun terakhir dalam upaya menghidupkan kembali ekonomi AS.

Kandidat wakil gubernur Bank Sentral Amerika (Federal Reserve) mengatakan badan itu akan mengakhiri kebijakan moneter yang terlalu longgar yang telah diberlakukan selama lima tahun terakhir dalam upaya menghidupkan kembali ekonomi AS.

Stanley Fischer mengatakan kepada Komisi Perbankan Senat AS Kamis bahwa laju pengurangan kebijakan itu sesuai, mengingat Federal Reserve diberi tugas untuk mengupayakan lapangan kerja maksimum sembari mempertahankan stabilitas harga.

Bank Sentral Amerika telah membeli obligasi senilai miliaran dolar guna memompa lebih banyak uang ke dalam perekonomian. Kebijakan ini ditujukan untuk mendorong pertumbuhan lapangan kerja dan mempertahankan suku bunga jangka panjang yang rendah.

Fischer sebelumnya mengepalai Bank of Israel dan akan mengisi posisi Wakil Gubernur yang ditinggalkan Janet Yellen setelah dia terpilih menjadi Gubernur Bank Sentral Amerika.
XS
SM
MD
LG