Tautan-tautan Akses

Bank Indonesia Perkirakan Kredit Macet Naik Akhir Tahun


Petugas Bank Indonesia menghitung uang rupiah di kantor pusat di Jakarta, Oktober 2014.

Petugas Bank Indonesia menghitung uang rupiah di kantor pusat di Jakarta, Oktober 2014.

Kredit macet diperkirakan naik karena penurunan tajam pertumbuhan ekonomi dan terkait harga-harga komoditas.

Bank Indonesia memperkirakan kredit macet akan meningkat pada akhir tahun ini menjadi 2,4 persen dari sisa pinjaman yang ada, naik dari 1,8 persen pada akhir 2013, namun pada tingkat yang masih dianggap dapat dikelola, menurut seorang pejabat Selasa (9/12).

Bank sentral tersebut memperkirakan pertumbuhan pinjaman tahunan akan berada pada kecepatan terendah sejak 2010, pada 11 persen sampai 12 persen, atau lebih sedikit dari setengah angka tahun lalu yang mencapai 21,4 persen.

Distribusi pinjaman melambat setelah Bank Indonesia memperketat kebijakan moneter dari Juni sampai November 2013.

Akibatnya, Indonesia mencatat pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) terlambat dalam lima tahun pada kuartal ketiga, yaitu 5,01 persen.

Bank Indonesia meningkatkan tingkat suku bunga acuannya lagi pada pertengahan bulan lalu menjadi 7,75 persen setelah pemerintah meningkatkan harga-harga bahan bakar minyak.

"Kami memperkirakan kenaikan kredit macet karena penurunan tajam pertumbuhan ekonomi dan terkait harga-harga komoditas," ujar Darsono, direktur eksekutif untuk kebijakan makro prudensial pada Bank Indonesia.

"Kinerja perusahaan-perusahaan masih tangguh. Kami masih dapat mempertahankan kredit macet di bawah kontrol," ujarnya, menambahkan bahwa ambang batas kredit macet untuk Bank Indonesia adalah 5 persen.

Bank Indonesia memperkirakan kredit macet akan turun tahun depan menjadi 2 persen, akibat pertumbuhan PDB yang lebih baik berkat investasi dalam infrastruktur yang didorong oleh pemerintahan baru, ujar Darsono.

Bank Indonesia juga memperkirakan pertumbuhan PDB pada 5,1 persen untuk 2014 dan 5,4 persen sampai 5,8 persen tahun depan. (Reuters)

XS
SM
MD
LG