Tautan-tautan Akses

AS

Bank Dunia Dukung Program Untuk Pemimpin Generasi Mendatang


Salah satu sisi gedung Bank Dunia di Washington DC (Foto: dok/AP Photos/Susan Walsh)

Salah satu sisi gedung Bank Dunia di Washington DC (Foto: dok/AP Photos/Susan Walsh)

Para pemimpin muda dari seluruh dunia berkumpul di Bank Dunia di Washington baru-baru ini – untuk berbagi pengetahuan dan menginspirasi anak-anak muda generasi mendatang.

Sekitar 60 pemuda berkumpul untuk mengikuti sebuah program yang didukung oleh komunitas “Youth 2 Youth” Bank Dunia serta organisasi media bagi pembangunan internasional yang dikenal sebagai "DevEx."

Empat pemuda dari Aruba, Jamaika,Nepal, dan Rwanda, memimpin sebuah panel diskusi dan mengajak para hadirin untuk menciptakan masa depan yang lebih baik, lewat beragam topik mulai dari bisnis sampai migrasi.

Jackson M'vunganyi, salah seorang pembawa acara program "UpFront Africa" di VOA, berbicara tentang inovasi, teknologi dan politik yang dijalankan pemuda. “Berpikir lebih luas. Setiap generasi punya tantangan tersendiri,” sapanya.

M'vunganyi memulai hidupnya di sebuah kamp pengungsi di Uganda barat dan bekerja keras demi mewujudkan mimpinya. Dia ingat waktu kecil sering mendengarkan VOA dengan ayahnya di Afrika. Kini, program radionya didengarkan jutaan pelajar dan profesional muda.

“Saya berpesan kepada pendengar untuk bepergian, memperluas cakrawala dan merencanakan proyek-proyek yang lebih besar. Pergilah keluar negeri, ke tempat-tempat asing dan jauh, dan pahami budaya orang-orang yang akan terkena dampak keputusan yang mereka buat,” pesannya kepada para pendengar program "UpFront Africa".

Penasihat Isu-isu Pemuda Global pada Departemen Luar Negeri AS, Andy Rabens menjadi moderator panel itu. Dia dan rekan-rekannya mencari cara bagi pemerintah AS supaya bisa berinteraksi lebih baik dengan para pemuda di seluruh dunia untuk mengatasi berbagai masalah seperti rekrutmen pemuda oleh para kelompok ekstremis. Rabens mengatakan para pemuda harus mencari cara positif untuk menyalurkan rasa kemarahan dan frustasi menjadi tindakan yang positif.

“Seringkali para pemuda dianggap berbahaya. Dan mendengarkan beberapa kisah inspiratif dalam pertemuan ini dapat membantu mengubah sudut pandang itu –menjadi sesuatu yang lebih positif,” kata Andy Rabens.

Jemie Lacle dari Kelompok Bank dunia mengatakan dia dan timnya berupaya menyalurkan gagasan-gagasan baru kepada pemuda sebagai inisiatif Bank Dunia – untuk menghapus kemiskinan dengan meningkatkan kesejahteraan bersama.

“Dengan mengadakan acara semacam ini, kita mengumpulkan para profesional muda dari berbagai bidang usaha yang berbeda untuk menyuarakan gagasan dan bekerja sama dalam menangani isu-isu yang melanda dunia,” kata Jemie Lacele.

Lacle menekankan meskipun para pemuda tinggal di bagian dunia yang berbeda, mereka menghadapi banyak isu yang sama.

XS
SM
MD
LG