Tautan-tautan Akses

Bank Dunia Akan Tingkatkan Akses Layanan Kesehatan Terjangkau


Pemberian vaksinasi sakit demam kuning di sebuah rumah sakit di El Geneina, Darfur Barat, Sudan. (Foto: Dok)

Pemberian vaksinasi sakit demam kuning di sebuah rumah sakit di El Geneina, Darfur Barat, Sudan. (Foto: Dok)

Setiap tahun, jumlah orang yang jatuh miskin karena biaya pengobatan yang mahal mencapai 100 juta, yang diharapkan akan berkurang setengahnya pada 2020.

Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim mengumumkan target ambisius untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit kronis di negara-negara berkembang. Ia mengatakan, memastikan akses lebih luas ke layanan kesehatan yang terjangkau merupakan faktor krusial dalam melenyapkan kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Setiap tahun, sekitar 100 juta orang jatuh miskin karena biaya pengobatan yang mahal. Bank Dunia dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menargetkan akan mengurangi jumlah tersebut menjadi separuhnya pada 2020, dan mengentaskan semua orang miskin pada 2030.

Menurut para pejabat yang menghadiri sebuah konferensi di Tokyo, pemberian layanan kesehatan bagi semua orang sangat penting bagi pembangunan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Jepang, yang memberi layanan kesehatan semacam itu kepada seluruh rakyatnya pada 1961, mendapat manfaat besar karena hal tersebut mendorong kelas menengah yang sangat produktif, jelas Kim.

Bank Dunia dan WHO juga berniat melipatgandakan layanan dasar yang terjangkau seperti vaksinasi dan persalinan bagi 80 persen rakyat miskin di negara-negara berkembang pada 2020. Pada 2030, mereka juga harus mampu mendapat pengobatan untuk cedera dan penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, diabetes dan gangguan kejiwaan.
XS
SM
MD
LG