Tautan-tautan Akses

Banjir di Padang Paksa Ratusan Orang Mengungsi


Jalanan di kota Padang, Sumatera Barat (foto: dok). Sungai Lubuk Kilangan dan Sungai Batang Kuranji meluap di Padang Selasa malam (24/7) mengakibatkan ratusan KK yang tinggal dekat lokasi sungai mengungsi.

Jalanan di kota Padang, Sumatera Barat (foto: dok). Sungai Lubuk Kilangan dan Sungai Batang Kuranji meluap di Padang Selasa malam (24/7) mengakibatkan ratusan KK yang tinggal dekat lokasi sungai mengungsi.

Ratusan kepala keluarga di kota Padang, Sumatera Barat terpaksa mengungsi Selasa malam akibat banjir bandang yang melanda permukiman mereka. Sedikitnya 6 orang dilaporkan hilang.

Hujan lebat yang terjadi di kota Padang, Sumatera Barat Selasa malam (24/7) membuat Sungai Lubuk Kilangan dan Sungai Batang Kuranji meluap, menimbulkan banjir bandang. Ratusan kepala keluarga yang tinggal di sekitar lokasi sungai terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Sedikitnya enam orang dilaporkan hilang, namun menurut Suriham Dazir – anggota tim SAR yang juga bekerja di Radio Antar Penduduk Indonesia – ketika dihubungi VOA melalui telepon beberapa saat lalu, data korban hilang itu masih belum bisa dikonfirmasi.

Suriham Dazir menjelaskan, “Korban sampai sekarang belum bisa didata. Hingga evakuasi ini berlangsung belum ada korban tewas. Tapi masih banyak masyarakat yang terjebak sungai. Sebagian di Lubuk Kilangan, sudah bisa diselamatkan. Kami belum bisa mendata apakah korban hilang atau meninggal, karena masih terus melakukan evakuasi. Kita sedang melakukan evakuasi bersama BASARNAS, TNI-Polri, LSM-LSM dan Badan Penanggulangan Bencara Daerah Kota Padang. Jumlah yang dievakuasi ribuan. Karena banjir ini tidak terduga. Mungkin dalam 20 tahun terakhir, baru sekali ini terjadi musibah seperti ini”.

Suriham lebih jauh mengatakan bahwa banjir bandang ini sudah mencapai ketinggian 4 meter dan menyapu tujuh lokasi, yaitu kawasan Limau Manis, Batu Busuk, Kampung Koto, Cengkeh, Padang Besi, Kalumbuk dan Tunggul Hitam. Hingga laporan ini disampaikan banjir di ketujuh lokasi itu masih belum surut.

Warga di ketujuh lokasi ini sudah mendapat peringatan tentang kemungkin terjadinya banjir bandang dari pemerintah kota setempat, namun tidak semua mengindahkannya.

“Peringatan sudah ada. Sudah disampaikan lewat SMS kepada kepala-kepala desa setempat begitu melihat hujan lebat tak kunjung henti dan debit air naik. Tapi tidak semua keluar dari rumah. Baru setelah banjir datang, warga mengungsi. Selain menenggelamkan rumah, banyak motor yang juga hanyut,” tambah Suriham Dazir.

Selain soal korban jiwa dan luka-luka, Badan Penanggulangan Bencara Daerah (BPBD) Kota Padang juga belum dapat memastikan kerugian materiil yang diakibatkan banjir bandang ini. BPBD Kota Padang juga masih memberlakukan status siaga darurat banjir bagi warga yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Batang Kuranji hingga ke Sungai Kurao Pagang.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG