Tautan-tautan Akses

Banjir dan Longsor Masih Mengancam Hingga Akhir Februari

  • Fathiyah Wardah

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho sedang menjelaskan tentang bencana banjir dan longsor di Indonesia dikantornya (10/2). (VOA/Fathiyah)

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho sedang menjelaskan tentang bencana banjir dan longsor di Indonesia dikantornya (10/2). (VOA/Fathiyah)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan, terdapat 166 kabupaten/kota terdampak banjir dan tanah longsor selama Januari sampai awal 8 Februari 2016. BNPB juga menyatakan potensi banjir dan longsor tinggi pada bulan ini.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho kepada wartawan di kantornya, Rabu mengatakan potensi banjir dan longsor akan tinggi hingga akhir Februari 2016.

Potensi hujan tinggi kata Sutopo terjadi di sebagian Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, seluruh Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, Sulawesi barat, Sulawesi Tenggah , Papua dan Papua Barat. Di wilayah-wilayah tersebut lanjut Sutopo sangat rawan banjir, longsor dan angin puting beliung.

Curah hujan di bulan Februari ini lanjut Sutopo memang mengalami peningkatan karena pada awal Januari, faktor El Nino masih menguat sehingga berpengaruh pada curah hujan di Indonesia pada bulan tersebut sehingga mengalami penurunan dan perlambatan.

Dia menjelaskan selama Januari hingga 8 Februari 2016 ini terdapat 103 kabupaten/kota terdampak banjir dan 63 kabupaten/kota yang terdampak longsor. Menurutnya korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor berjumlah 43 orang, luka berat 6 orang dan luka sedang 5 orang.

Sutopo mengatakan, "Otomatis curah hujan pada bulan Februari terjadi peningkatan, itulah yang terjadi mengapa minggu pertama Februari terjadi banyak curah hujan karena adanya perlambatan musim curah hujan dan kita melihat banyak daerah-daerah yang rawan terjadi banjir dan longsor dan kita perkirakan pada bulan Februari 2016, banjir, longsor akan masih mengancam."

Lebih lanjut Sutopo menjelaskan longsor adalah salah satu jenis bencana yang paling menelan banyak korban. Dan ini menurutnya harus segera diantisipasi oleh pemerintah daerah mengingat 41 juta orang tinggal di daerah-daerah rawan longsor dan mereka betul-betul terpapar langsung.

Peta perkiraan wilayah potensi gerakan tanah longsor dan banjir ini dibagikan kepada seluruh pemerintah daerah, dengan maksud agar pemda dapat melakukan antisipasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

Sutopo menyatakan dampak perubahan iklim global sangat signifikan berpengaruh terhadap banjir dan longsor di tambah juga oleh akibat ulah manusia yang merusak lingkungan seperti kawasan hutan dan resapan air

Dia juga meminta pemerintah daerah untuk mengaudit ulang mengenai tata ruang dan implementasinya.

"Karena kalau tidak ini merupakan bom waktu selalu terjadi longsor, korban selalu meninggal dan apabila tidak segera dilakukan maka ya itu akan menjadi bom waktu. Wilayah-wilayah zona merah ini akan makin berkembang akan menjadi kawasan pemukiman semakin padat, yang otomatis akan semakin mengancam," tambahnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah mengucurkan dana sebesar 150 milliar rupiah untuk menangani dan mengantisipasi banjir dan longsor ini. [fw/em]

XS
SM
MD
LG