Tautan-tautan Akses

Pakar HAM Kecam Penangkapan Besar-besaran di Bangladesh


Polisi Banglades berjaga di depan penjara pusat Dhaka, Bangladesh, 12 JUni 2016. (Foto: dok).

Polisi Banglades berjaga di depan penjara pusat Dhaka, Bangladesh, 12 JUni 2016. (Foto: dok).

Kelompok HAM berbasis di New York, Human Rights Watch, meragukan sejumlah besar penangkapan itu berdasarkan investigasi yang memadai, dan tidak yakin penangkapan itu akan secara efektif mengurangi kekerasan di negara tersebut.

Para pakar hak asasi manusia telah menentang penangkapan besar-besaran baru-baru ini di Bangladesh.

Pejabat Bangladesh mengatakan mereka telah menangkap lebih dari 11.000 orang dalam operasi mendadak dan drastis terkait gelombang pembunuhan brutal oleh tersangka militan Islam.

Namun kelompok HAM berbasis di New York, Human Rights Watch, meragukan sejumlah besar penangkapan itu berdasarkan investigasi yang memadai, dan tidak yakin penangkapan itu akan secara efektif mengurangi kekerasan di negara tersebut.

Pernyataan yang dirilis oleh Human Rights Watch, Jumat (17/6) mengutip laporan media yang mengatakan polisi menerima suap untuk membebaskan banyak dari mereka yang ditahan.

Brad Adams, direktur Human Rights Watch untuk Asia mengatakan penangkapan massal dalam waktu hanya beberapa hari sering terjadi di Bangladesh, tapi tidak diyakini dapat menghentikan pembunuhan brutal di sana. [as/uh]

XS
SM
MD
LG