Tautan-tautan Akses

Bangladesh Kukuhkan Hukuman Mati Terhadap Penyerang Diplomat Inggris


Pemimpin kelompok terlarang Harkatul Jihad al-Islami, Mufti Abdul Hannan (tengah) dikawal ketat saat menghadiri sidang di pengadilan Dhaka, Bangladesh, 16 Juni 2014 (Foto: dok).

Pemimpin kelompok terlarang Harkatul Jihad al-Islami, Mufti Abdul Hannan (tengah) dikawal ketat saat menghadiri sidang di pengadilan Dhaka, Bangladesh, 16 Juni 2014 (Foto: dok).

Pengadilan Tinggi menolak permohonan banding Mufti Abdul Hannan, pemimpin kelompok terlarang Harkatul Jihad al-Islami, dan dua pengikutnya yang divonis bersalah menyerang diplomat Inggris untuk Bangladesh tahun 2004.

Pengadilan di Bangladesh mengukuhkan hukuman mati terhadap seorang militan Islamis terkemuka dan dua pendukungnya atas serangan yang gagal terhadap seorang diplomat Inggris pada tahun 2004.

Pengadilan Tinggi menolak permohonan banding Mufti Abdul Hannan, pemimpin kelompok terlarang Harkatul Jihad al-Islami, dan dua pengikutnya. Ketiga orang itu divonis bersalah menyerang Anwar Choudhury, yang pada waktu serangan adalah komisaris tinggi Inggris untuk Bangladesh.

Choudhury selamat dari serangan granat itu, yang terjadi sewaktu ia mengunjungi sebuah tempat suci sufi di Sylhet, kota di Timurlaut Bangladesh. Tiga jemaah di tempat itu juga tewas.

Ketiga terdakwa itu divonis bersalah pada tahun 2008 atas pembunuhan dan perencanaan serangan, dan dijatuhi hukuman mati. Dua militan lainnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Polisi menyatakan ketika itu bahwa serangan itu dimaksudkan untuk “membalas dendam atas kematian warga Muslim di Irak dan di seluruh dunia oleh Amerika dan Inggris.” [uh]

XS
SM
MD
LG