Tautan-tautan Akses

Bangladesh Cari Petunjuk Dalang Penyanderaan di Dhaka


Polisi Bangladesh terus mencari bukti dan kemungkinan dalang penyanderaan dalam serangan teroris di Dhaka.

Polisi Bangladesh terus mencari bukti dan kemungkinan dalang penyanderaan dalam serangan teroris di Dhaka.

Pejabat-pejabat keamanan hari Minggu (3/7) mencari bukti dan kemungkinan dalang penyanderaan akhir pekan ini di restoran kelas atas di Dhaka, ibukota Bangladesh.

Pemerintah membantah klaim kelompok ISIS bertanggungjawab atas serangan itu, yang menewaskan 28 orang, termasuk enam penyerang dan 20 sandera.

Polisi merilis foto-foto mayat lima penyerang, berikut nama pertama mereka: Akash, Badhon, Bikash, Don dan Ripon. Mereka anggota organisasi domestik terlarang Jumatul Mujahidin Bangladesh, atau JMB. Menurut polisi, selama berbulan-bulan keluarga tidak mengetahui keberadaan mereka. Ditanya apakah penyerang mungkin juga terkait ISIS, Inspektur Jenderal Polisi A.K.M. Shahidul Hoque mengatakan pihak berwenang sedang menyelidiki kemungkinan itu.

Walaupun polisi menyatakan sedang menyelidiki kaitan ISIS, menteri dalam negeri membantah kemungkinan ISIS mengarahkan serangan dari luar negeri. Pemerintah Bangladesh berkeras organisasi ekstremis Muslim Sunni yang berpusat di Suriah dan Irak itu tidak ada di Bangladesh, dan sebelumnya menyatakan, klaim tanggungjawab atas kekerasan yang terjadi di negara itu hanya upaya menarik perhatian global.

“Mereka semua orang Bangladesh. Mereka dari keluarga kaya, berlatar-belakang pendidikan yang baik,'' ujar Khan mengenai penyerang.

Seorang tersangka yang masih hidup ditahan ketika pasukan paramiliter mengakhiri penyanderaan 10 jam Sabtu (2/7) pagi, dan, menurut pihak berwenang, ia sedang diinterogasi.

Penyanderaan itu menandai peningkatan kekerasan militan yang semakin sering terjadi di Bangladesh. Umumnya serangan dalam beberapa bulan ini dilakukan laki-laki bersenjata parang yang menyerang aktivis, orang asing dan umat agama minoritas.

Minggu pagi, hari pertama dari dua hari berkabung nasional bagi para korban, polisi memblokir semua akses ke jalan-jalan dekat Holey Artisan Bakery, lokasi penyanderaan. Penyelidik, baik dari Bangladesh maupun Jepang, datang ke restoran itu untuk mengumpulkan bukti.

20 Sandera yang tewas adalah sembilan warga Italia, tujuh warga Jepang, tiga warga Bangladesh dan seorang remaja warga India. Dua polisi tewas oleh penyerang, dan 13 orang diselamatkan ketika pasukan komando menyerbu restoran itu Sabtu pagi. 25 Petugas polisi lain dan seorang warga sipil terluka, dan beberapa sandera yang diselamatkan mengalami luka-luka. Rumahsakit yang merawat mereka tidak bersedia memberi informasi baru mengenai kondisi korban hari Minggu.

Serangan itu adalah yang terburuk dalam serangkaian serangan baru-baru ini oleh kelompok radikal Muslim di negara moderat, yang sebagian besar dari 160 juta penduduknya adalah Muslim. Berbeda dari serangan-serangan sebelumnya, penyerang sangat siap dan bersenjata berat dengan senjata, bom dan benda tajam, yang, belakangan menurut polisi, digunakan untuk menyiksa sebagian dari 35 tawanan.

Menurut saksi, sandera diminta menyebutkan ayat-ayat Qur'an, untuk membuktikan bahwa mereka Muslim. Mereka yang lulus diizinkan makan. Mereka yang gagal, disiksa dan dibunuh. [ka/al]

XS
SM
MD
LG