Tautan-tautan Akses

Bandung Siap Jadi Tuan Rumah Konferensi Asia Afrika


Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil usai bertemu Presiden Joko Widodo melaporkan kesiapan kota Bandung sebagai tuan rumah Koferensi Asia Afrika, di Istana Bogor, Kamis, 26 Februari 2015 (Foto: VOA/ Iris Gera)

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil usai bertemu Presiden Joko Widodo melaporkan kesiapan kota Bandung sebagai tuan rumah Koferensi Asia Afrika, di Istana Bogor, Kamis, 26 Februari 2015 (Foto: VOA/ Iris Gera)

Peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika akan diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 19 hingga 23 April, dilanjutkan di Bandung pada tanggal 24 April.

Melalui penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika menurut pengamat luar negeri dari LIPI, Adriana Elizabeth kepada VOA di Jakarta, Sabtu (28/2), sebagai tuan rumah Indonesia harus memanfaatkannya secara maksimal.

“Indonesia sekarang 'kan berada pada era yang berbeda, suasana keterbukaan lebih terasa, demokrasinya juga semakin mapan dan itu juga sebuah harapan baru bahwa Indonesia memang bisa lebih berperan dalam mewarnai hubungan antar negara, meningkatkan peran Indonesia di level internasional, dan kita sudah punya pengalamanlah berdemokrasi secara dewasa, sudah saatnya memang disharing kepada negara-negara lain,” kata Adriana.

Adriana menambahkan khusus untuk bidang ekonomi, Indonesia dapat menunjukkan kepada negara-negara peserta bahwa pasar Indonesia berpengaruh besar terhadap pasar global.

“Bagaimanapun kita menganut sistem kapitalis tetapi juga harus ada peran negara, bukan sekedar ekonomi itu harus dikelola oleh pasar. Saya melihat Indonesia ingin membenahi kondisi ekonomi di dalam negeri. Menurut saya ini sebuah kesempatan bagus Indonesia untuk menjadi conceptual intellectual leadership di tingkat internasional, termasuk di dalam Konferensi Asia Afrika,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kamis, 26 Februari 2015, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Bogor. Kepada pers ia mengatakan kedatangannya ke Istana menjelaskan kepada presiden, kesiapan kota Bandung menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika.

Ia juga menyampaikan Pemkot Bandung hanya mampu mendanai sekitar Rp 20 milyar dan yang sudah terpakai hingga saat ini Rp 10 milyar.

“Persiapan KAA Bandung sudah siap, lagi perbaikan infrastruktur, di Bandung akan dijadikan pesta rakyat, nanti ada pesta RT/RW merayakan Asia Afrika yang datangnya 10 tahun sekali, " kata walikota Bandung, Ridwan Kamil.

"Bandung lebih nervous karena akan ada acara jalan kaki kepala negara dari Hotel Homann ke gedung Merdeka. Dari gedung Merdeka ke Mesjid Raya karena sholat Jumat, makanya diliburkan, karena faktor VIP security agak berat." imbuhnya.

Selanjutnya Ridwan Kamil mengatakan bahwa pihaknya telah memohon dukungan dari pusat, karena ini acara pusat yang ada di Bandung bukan acaranya Pemkot.

"Dananya dari pusat. APBD kita sudah hampir Rp 10 milyar untuk urusan ini. Yang saya dengar, total hampir Rp 200 milyar. Itu total kementerian luar negeri karena harus bayar tiket, penginapan,” jelas Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil juga menyampaikan rasa bangganya terhadap kalangan muda yang siap menjadi relawan dalam Konferensi Asia Afrika.

“Yang sudah daftar relawan di Bandung sekitar tujuh ribu orang. Orang Bandung yah kalau diajak gotong royong, diajak bikin komunitas paling luar biasa karena yang datang bukan hanya dari VIP, wartawan saja yang dari luar negeri dihitung sudah lebih dari seribu. Belum delegasi lain. Media center kan mau dibangun dan wartawan Insya Allah akan dimanjakan,” lanjutnya.

XS
SM
MD
LG