Tautan-tautan Akses

Bandung Selatan Darurat Banjir, 6.000 Warga Mengungsi

  • R.Teja Wulan

Banjir di Kecamatan Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung, mencapai ketinggian tiga meter dan merendam rumah warga (Foto: VOA/Tedja).

Banjir di Kecamatan Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung, mencapai ketinggian tiga meter dan merendam rumah warga (Foto: VOA/Tedja).

Hujan yang terus menerus mengguyur wilayah Bandung selama sepekan terakhir ini menyebabkan luapan air Sungai Citarum tidak terbendung lagi.

Banjir semakin meluas di wilayah Bandung Selatan, Kabupaten Bandung. Hingga kini empat kecamatan telah terendam banjir selama sepekan. Keempat kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Bojongsoang, Baleendah, Dayeuh Kolot, dan Kecamatan Pameungpeuk.

Ketinggian air saat ini sudah mencapai tiga meter. Sedangkan di jalan raya, ketinggian air mencapai 50 sentimeter, sehingga sulit untuk dilalui kendaraan bermotor.

Banjir akibat luapan Sungai Citarum ini terjadi setelah curah hujan yang tinggi mengguyur wilayah Bandung selama sepekan terakhir. Banjir merendam 15 ribu rumah warga. Akibatnya, enam ribu warga mengungsi ke berbagai lokasi yang aman.

“Lebih parah, biasanya kan di dalam satu meter, sekarang dua meter lebih. Ya pada ngungsi di sini, sebagian juga ada yang (masih bertahan) di rumah di atas, di lantai dua,” kata Aat Himawan, salah seorang warga.

“Lebih parah dari tahun 2005 dan 2010. Kalau sampai saat ini (yang dibutuhkan pengungsi) mie instan, beras, selimut, tikar, dan air bersih,” komentar Gema, yang juga warga setempat.

Banjir yang terus meluas dan curah hujan yang masih tetap tinggi hingga saat ini, membuat pemerintah daerah setempat memberlakukan Status Tanggap Darurat sejak 23 Desember hingga 29 Desember mendatang.

Banjir mengakibatkan sekitar enam ribu warga Bandung harus mengungsi ke berbagai lokasi yang lebih aman (Foto: VOA/Tedja)

Banjir mengakibatkan sekitar enam ribu warga Bandung harus mengungsi ke berbagai lokasi yang lebih aman (Foto: VOA/Tedja)

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, banjir akibat luapan Sungai Citarum di kawasan Bandung Selatan, Kabupaten Bandung merupakan peristiwa tahunan yang sudah terjadi sejak tahun 1990.

Gubernur menambahkan, roadmap untuk mengatasi banjir di Kabupaten Bandung sudah ada. Namun dibutuhkan campur tangan Pemerintah Pusat, karena hal ini menyangkut lintas sektoral. Sehingga pembenahan Sungai Citarum tidak bisa hanya di kawasan hilir saja, namun juga harus dimualai dari kawasan hulu.

“Ini tentu jadi evaluasi bagi Pemerintah Pusat, bagi Provinsi (Jawa Barat), bagi Kabupaten Bandung. Kita sudah berikhtiar kan dalam banyak hal. Di antaranya pengerukan (Sungai Citarum) tahun 2011, 2012, 2013," kata Gubernur Ahmad Heryawan.

"Ternyata pengerukan tidak berdampak besar secara positif terhadap penanggulangan banjir. Oleh karena itu saya katakan bahwa ini perlu dilakukan penanggulangan dengan paradigma baru. Yaitu paradigmanya tetap hulu yang harus segera diselesaikan dengan anggaran besar. Maka anggaran ke hulu harus diperbesar saat ini, minimal sama dengan anggaran di hilir,” lanjutnya.

Hingga kini, banjir setinggi tiga meter masih menggenangi rumah warga di empat kecamatan di Kabupaten Bandung. Selain merusak rumah, sekolah, toko, dan fasilitas publik lainnya, banjir juga telah menyebabkan kemacetan yang parah. Pasalnya, jalan raya satu-satunya penghubung antara Kabupaten Bandung dengan Kota Bandung pun ikut terendam banjir.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG