Tautan-tautan Akses

Bandung Dirikan Pusat Komando untuk Pantau Kota


Bandung Command Center dengan salah satu aplikasi pantauan lalu lintas. (VOA/R. Teja Wulan)

Bandung Command Center dengan salah satu aplikasi pantauan lalu lintas. (VOA/R. Teja Wulan)

Walikota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, Pusat Komando ini dibangun untuk memberikan pelayanan publik yang lebih cepat dan modern.

Kota Bandung kini memiliki Command Center atau pusat komando dan kendali untuk memantau semua informasi, termasuk lalu lintas, titik kemacetan jalan, kondisi banjir, hingga keberadaan tempat pembuangan sampah.

Berlokasi di kompleks kantor pemerintah kota Bandung, ruangan pusat komando ini dibangun dengan desain mirip sarang tawon dan tampil megah seperti ruangan kontrol dalam film Star Trek.

Di dalamnya ada data cuaca, peta, video analisis, dan sebagainya untuk memantau situasi kota Bandung. Contoh spesifiknya adalah penggunaan CCTV di jalan-jalan yang ada di Bandung yang akan tersambung langsung ke Command Center, sehingga lewat pengawasan kamera tersebut bisa diketahui pelanggaran lalu lintas yang terjadi dan terekam oleh CCTV.

Tidak hanya itu, dari Command Center juga dapat terlihat titik lokasi banjir, kebakaran, hingga keberadaan tempat pembuangan sampah. Terdapat layar besar di ruangan Command Center yang dikelilingi dengan layar ukuran kecil lainnya.

Pusat Komando ini dikelola oleh 15 ahli informasi teknologi yang bukan merupakan pegawai negeri.

Walikota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, Pusat Komando ini dibangun untuk memberikan pelayanan publik yang lebih cepat dan modern.

“Memulai sebuah cara baru dalam memberikan pelayanan publik yang lebih baik. Kan pelayanan publik itu yang diharapkan masyarakat kan kalau ada masalah cepat lah responnya kemudian kualitasnya juga baik. Dengan adanya Bandung Command Center ini kita menggunakan teknologi untuk mengetahui permasalahan informasi lebih cepat, kemudian mengambil keputusan lebih cepat," ujarnya.

Ridwan menambahkan, untuk lebih memberikan pelayanan publik yang cepat kepada masyarakat, tahun ini Command Center juga akan dibangun di kecamatan-kecamatan.

“Tahun ini ada Command Center juga di kecamatan, tapi ruangannya kecil saja, 3x4 (meter). Camat-camat ada layar minimal empat sampai enam (unit) kemudian mengkoneksi CCTV di wilayah kecamatannya, membuat keputusan. Jadi inilah konsep desentralisasi dalam ‘Smart City’," ujarnya.

Sementara itu, dalam kunjungan kerjanya ke Kota Bandung baru-baru ini, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Yuddy Chrisnandi mengatakan, Command Center layak ditiru oleh kota-kota lain di Indonesia.

Menurutnya, pelayanan publik yang prima harus senantiasa mempercepat sebuah proses kebutuhan masyarakat, memperpendek masalah perizinan, dan responsif.

“Sangat inovatif dan futuristik dimana berbagai persoalan-persoalan perkotaan bisa secara real time diikuti dan ini salah satu bentuk pelayanan publik yang prima dan excellent. Layak dijadikan pilot project untuk diterapkan mulai di kota-kota besar yang ada," ujarnya.

Warga Kota Bandung menyambut baik keberadaan Command Center. Mereka pun bangga Kota Bandung memiliki fasilitas publik yang canggih.

“Kalau menurut saya ini suatu terobosan yang baru karena banyak keuntungan-keuntungan yang didapat bagi warga Kota Bandung," ujar seorang warga bernama Feri.

XS
SM
MD
LG