Tautan-tautan Akses

Pengadilan Arbitrase Tolak Banding Rusia soal Larangan Bertanding di Olimpiade


Pelari putri Rusia, Mariya Savinova saat menang dalan nomor 800-meter pada Olimpiade 2012 di London (foto: dok).

Pelari putri Rusia, Mariya Savinova saat menang dalan nomor 800-meter pada Olimpiade 2012 di London (foto: dok).

Pengadilan Arbitrasi Olahraga menolak permintaan banding Rusia mengenai larangan terhadap atlit-atlit Rusia ikut dalam Olimpiade 2016 di Brazil atas tuduhan menggunakan obat terlarang.

Sekretaris Jenderal Pengadilan Olahraga Matthieu Reeb, mengatakan hari Kamis (21/7) di Lausanne, Swiss, permintaan banding itu telah ditolak.

"Akibatnya, Komite Olimpiade Rusia tidak berhak mencalonkan atlit-atlit Rusia mengikuti pertandingan dalam olimpiade …. Karena Komite Olimpiade Internasional bukan bagian dari arbitrasi ini, Pengadilan Arbitrasi Olah raga atau CAS, tidak memiliki yurisdiksi untuk menentukan apakah IOC berhak menerima atau menolak atlit-atlit Rusia untuk berbertanding dalam Olimpiade di Rio," kata Reeb.

Namun, Kremlin mengatakan "sangat menyesalkan" keputusan itu. Menteri Olahraga Rusia Vitaly Mutko mengatakan keputusan itu "tidak ada dasar hukumnya."

Badan Anti-Doping Dunia (WADA) baru-baru ini merilis sebuah laporan independen tentang usaha menutupi doping yang luas oleh atlet Rusia dalam Olimpiade Musim Dingin 2014 di Sochi.

Hanya atlit-atlit atletik Rusia yang dilarang ikut Olimpiade Musim Panas di Brazil, tetapi dewan eksekutif Komite Olimpiade Internasional diperkirakan akan membahas hari Minggu apakah akan memberlakukan larangan atas semua tim Rusia. [sp/ii]

XS
SM
MD
LG