Tautan-tautan Akses

Bandara Istanbul Kembali Dibuka Beberapa Jam Pasca Serangan

  • Penelope Poulou
  • Dorian Jones

Bandara Internasional Ataturk, Istanbul, Turki (29/6).

Bandara Internasional Ataturk, Istanbul, Turki (29/6).

Istanbul telah sepenuhnya membuka kembali Bandara Internasional Ataturk hari Rabu (29/6), setelah serangan bom bunuh diri menewaskan 36 orang dan melukai sedikitnya 147 lainnya Selasa malam.

Bandara Internasional Ataturk di Istanbul mulai beroperasi lagi setelah diserang oleh tiga pembom bunuh diri Selasa malam waktu setempat.

“Bandara kita telah dibuka kembali untuk penerbangan dan keberangkatan mulai pukul 2:20 waktu setempat.” Demikian dikatakan oleh Perdana Menteri Turki Binali Yildirim dalam pernyataan di bandara itu Rabu dini hari.

Maskapai penerbangan Turkish Airlines mengatakan telah memulai kembali semua operasi penerbangan, dan Selasa malam Washington mencabut larangan terbang antara Amerika dan bandara Ataturk di Istanbul.

Namun, Iran menangguhkan semua penerbangan ke Istanbul hari Rabu. Tayangan televisi hari Selasa menunjukkan suasana hiruk-pikuk di Ataturk, bandara terbesar di Turki dan salah satu bandara tersibuk di dunia.

Wartawan VOA Dorian Jones di Istanbul mengatakan salah seorang pembom meledakkan dirinya di luar terminal kedatangan internasional. Di tempat itu biasanya berjejal orang-orang yang menunggu transportasi. Dua penyerang lainnya diyakini berusaha memasuki terminal, yang dijaga ketat oleh polisi bersenjata lengkap dan mesin X-ray.

Seorang saksi mata menggambarkan apa yang disaksikannya kepada VOA: “Ada dua ledakan kecil dan kemudian satu ledakan besar. Orang-orang berhamburan ke mana-mana. Mereka tidak tahu ke mana harus pergi. Kami sedang menunggu adik kami, tapi tidak bisa menemukannya. Kami masih mencarinya.”

Seorang saksi lainnya juga berusaha menggambarkan kekacauan tidak lama setelah serangan itu. Dia mengatakan: “Di satu arah ada suara-suara tembakan, di arah lainnya ada bom, dan orang-orang berlari keluar secepat mungkin dan ada orang-orang yang berdarah di trotoar.”

Perdana Menteri Albania Edi Rama berada di pesawat yang mendarat di bandara Ataturk hanya beberapa menit setelah serangan itu. Dia telah menyatakan belasungkawa kepada para korban, dan mengatakan melalui akun Twitter resminya, ia merasakan “duka cita yang mendalam atas hilangnya nyawa tak berdosa dalam aksi biadab oleh mereka yang tidak memiliki Tuhan atau harapan atau tempat di antara masyarakat.”

Sejauh ini belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi Perdana Menteri Yildirim mengatakan bukti-bukti awal menunjukkan serangan itu dilakukan oleh ekstremis Negara Islam atau ISIS. Dia menyebut serangan itu “pengecut,” dan berjanji negaranya akan terus menggencarkan perang terhadap ekstremisme.

“Persatuan merupakan jawaban terbaik terhadap teroris,” katanya.

ISIS telah dituding melakukan dua serangan bom bunuh diri sebelumnya tahun ini di Istanbul dengan sasaran wisatawan asing.

Kelompok pemberontak Kurdi PKK juga telah melancarkan serangan bom bunuh diri tetapi biasanya menarget pasukan keamanan, seperti yang dilakukannya bulan ini terhadap bus polisi yang menewaskan 11 orang.

Dalam setahun ini, puluhan orang di Ankara dan Istanbul tewas akibat pemboman yang dilakukan oleh ISIS dan pemberontak Kurdi.

Menteri Kehakiman Turki Bekir Bozdag, ketika mengumumkan serangan itu kepada parlemen Turki mengatakan para pembom itu mempersenjatai diri dan merencanakan serangan dengan seksama.

Ia mengatakan, menurut informasi yang diterimanya, seorang teroris di pintu masuk terminal internasional melepaskan tembakan dengan senapan Kalashnikov dan kemudian meledakkan dirinya.

Video rekaman kamera keamanan bandara menunjukkan salah seorang pembom di dalam terminal mempersenjatai diri dengan pistol. Dia tampak terjatuh dan kemudian meledakkan bom pada dirinya.

Hari Senin, Departemen Luar Negeri Amerika mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warga Amerika yang hendak melakukan perjalanan ke Turki [lt/uh]

XS
SM
MD
LG