Tautan-tautan Akses

Sekjen PBB: Pemboman Rumah-rumah Sakit di Aleppo Kejahatan Perang


Foto yang didistribusikan oleh kelompok Pertahanan Sipil Suriah yang dikenal sebagai Helm Putih, menunjukkan pekerja Pertahanan Sipil menggotong tubuh seorang anak setelah serangan udara menghantam kawasan al-Shaar (27/9). Aleppo, Suriah. (foto: Helm Putih, Pertahanan Sipil Suriah via AP)

Foto yang didistribusikan oleh kelompok Pertahanan Sipil Suriah yang dikenal sebagai Helm Putih, menunjukkan pekerja Pertahanan Sipil menggotong tubuh seorang anak setelah serangan udara menghantam kawasan al-Shaar (27/9). Aleppo, Suriah. (foto: Helm Putih, Pertahanan Sipil Suriah via AP)

Serangan-serangan terhadap dua RS terbesar di daerah-daerah yang dikuasai pemberontak di kota Aleppo, Suriah dikecam oleh Sekjen PBB Ban Ki-moon sebagai "kejahatan perang"

Sekjen PBB Ban Ki-moon mengecam serangan-serangan terhadap dua RS terbesar di daerah-daerah yang dikuasai pemberontak di kota Aleppo, Suriah sebagai "kejahatan perang".

"Mari kita jelaskan. Mereka yang menggunakan senjata-senjata yang lebih menghancurkan tahu benar apa yang mereka lakukan" kata Ban kepada DK PBB hari Rabu.

"Mereka tahu melakukan kejahatan perang".

Kerusakan akibat serangan-serangan itu untuk sementara menyebabkan RS-RS itu tidak berfungsi, makin mengurangi layanan medis di kota yang dihantam keras oleh pertempuran selama lebih dari lima tahun.

Rumah sakit M2 dan M10 berada di bagian Aleppo yang dikuasai pemberontak yang menentang Presiden Bashar al-Assad.

Tidak jelas siapa yang bertanggung jawab atas serangan-serangan terhadap RS-RS itu. Militer Suriah, sekutunya Rusia dan koalisi yang dipimpin Amerika semuanya mengebom sasaran-sasaran di Suriah dan dalam berbagai kesempatan saling menyalahkan serangan udara yang menghantam sasaran-sasaran sipil.

Adham Sahloul dari Syrian American Medical Society hari Rabu mengatakan serangan udara itu disengaja dan hanya 29 dokter yang masih berada di Aleppo untuk merawat 350 ribu orang. [my/ds]

XS
SM
MD
LG