Tautan-tautan Akses

AS

Walikota Baltimore Cabut Jam Malam di Seluruh Kota


Polisi dan pasukan Garda Nasional AS siaga sementara aksi protes berlangsung di Baltimore, Sabtu (2/5).

Polisi dan pasukan Garda Nasional AS siaga sementara aksi protes berlangsung di Baltimore, Sabtu (2/5).

Walikota Baltimore, Stephanie Rawlings-Blake mencabut jam malam di seluruh kota Baltimore, Maryland yang dilanda kerusuhan minggu lalu.

Walikota Baltimore Stephanie Rawlings-Blake mencabut jam malam di seluruh kota itu, sementara demonstran bersiap melakukan demonstrasi lagi menentang kekerasan polisi di luar balai kota.

Kota Baltimore di negara bagian Maryland, rusuh minggu lalu setelah pemakaman Freddie Gray – laki-laki kulit hitam yang meninggal bulan lalu ketika dalam tahanan polisi. Rawlings-Blake mengatakan ia tidak ingin jam malam diberlakukan lebih lama dari yang diperlukan. “Prioritas nomor satu saya memberlakukan jam malam adalah menjamin kedamaian masyarakat, keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan penduduk Baltimore,” ujarnya.

American Civil Liberties Union of Maryland dan pemilik bisnis, terutama restoran, mengecam jam malam, yang berlaku mulai Selasa lalu, antara pukul 10 malam sampai pukul 5 pagi.

Tidak lama setelah pengumuman walikota mencabut jam malam, Gubernur Maryland Larry Hogan mengatakan sekitar 4.000 tentara dan polisi yang didatangkan dari negara-negarabagian lain mulai meninggalkan kota itu. Hogan mengatakan keadaan darurat untuk Baltimore tidak akan dicabut sampai semua tentara itu pergi.

Demonstran memanfaatkan hari-hari menyenangkan dalam musim semi untuk melakukan pawai damai di luar balai kota hari Minggu. Banyak dari mereka berdoa bagi perdamaian. Tempat-tempat perbelanjaan yang dijarah dalam kerusuhan Senin lalu dibuka kembali untuk pertama kali hari Minggu, memungkinkan orang yang sangat membutuhkan berbelanja di pasar swalayan dan toko serba ada. Bagian-bagian kota itu dilanda kekerasan setelah pemakaman Gray hari Senin, menyebabkan toko-toko dan mobil-mobil dibakar, polisi terluka, dan lebih 200 orang ditangkap.

Kantor jaksa agung negarabagian Maryland di Baltimore menjatuhkan dakwaan kepada enam petugas yang terlibat penangkapan Gray - tiga di antaranya berkulit hitam, dengan berbagai kejahatan mulai dari menyebabkan kematian sampai pembunuhan. Jaksa mengatakan Gray ditangkap tanpa alasan dan petugas mengabaikan permintaannya akan bantuan medis.

Serikat polisi akan melawan dakwaan itu.

XS
SM
MD
LG