Tautan-tautan Akses

AS

Pengadilan Baltimore Adili Seorang Polisi terkait Kematian Pria Kulit Hitam


William Porter (kanan) polisi Baltimore yang diadili terkait kematian Freddie Gray, didampingi pengacaranya Joseph Murtha di Baltimore, Senin (30/11).

William Porter (kanan) polisi Baltimore yang diadili terkait kematian Freddie Gray, didampingi pengacaranya Joseph Murtha di Baltimore, Senin (30/11).

Tuduhan diskriminasi ras dan tindakan polisi yang melanggar aturan menyulut demonstrasi selama beberapa pekan di Baltimore dan seluruh Amerika.

Pemilihan anggota dewan juri mulai hari Senin (30/11) untuk peradilan yang pertama dari 6 orang polisi kota Baltimore yang dikenakan tuduhan atas kematian seorang pria kulit hitam dalam tahanan polisi. Insiden di negara bagian Maryland itu memicu protes beberapa pekan sebelumnya tahun ini.

William Porter dituduh melakukan pembunuhan yang tidak disengaja, pemukulan, tindakan gegabah yang membahayakan dan pelanggaran aturan tingkah-laku sebagai salah seorang polisi yang melayani Freddie Gray setelah penangkapannya di sebuah jalan kota tanggal 12 April.

Gray yang berusia 25 tahun menderita cedera tulang belakang yang parah ketika ia diangkut dalam mobil kombi polisi selama 45 menit. Ia meninggal dunia seminggu kemudian di rumah sakit Baltimore.

Tuduhan diskriminasi ras dan tindakan polisi yang melanggar aturan menyulut demonstrasi selama beberapa pekan di Baltimore dan seluruh Amerika.

Ke-6 polisi yang menghadapi tuduhan akan diadili secara terpisah. Porter dan dua polisi lainnya adalah kulit hitam, tiga selebihnya adalah kulit putih.

“Kita hanya menghendaki kewajaran dan keadilan bagi Freddie Gray dengan cara yang legal dan tenteram. Dan ruang pengadilan adalah tempat untuk memperolehnya,” kata Tessa Hill-Alston, ketua cabang NAACP di kota itu kepada surat kabar Baltimore Sun. [gp]

XS
SM
MD
LG