Tautan-tautan Akses

Bali Bersiap Sambut Peserta KTT ASEAN dan Asia Timur 2011

  • Brian Padden

Menteri Luar Negeri Marti Natalegawa (Foto: dok).

Menteri Luar Negeri Marti Natalegawa (Foto: dok).

Forum ekonomi dan keamanan regional ini menjadi makin penting dalam beberapa tahun terakhir dan tahun ini untuk pertama kalinya mengikutsertakan Amerika, Rusia dan Tiongkok.

Minggu depan, tanggal 14 sampai 19 November, para pemimpin dari 18 negara akan berkumpul di Bali dalam KTT Asia Timur tahunan ke-enam.

Ketika aksi kekerasan antara Thailand dan Kamboja pecah bulan Februari sekitar klaim perbatasan yang disengketakan dekat sebuah kuil bersejarah Hindu-Khmer, Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa menggunakan posisinya sebagai ketua ASEAN dan bertindak sebagai penengah. “Diplomasi tidak hanya mengenai pemberian tekanan dan sanksi tetapi juga mengenai pemberian semangat. Kita akan lihat nanti, keputusannya belum ada. Nanti tanya saya lagi dan kita akan lihat posisinya”, kata Menlu Marty Natalegawa.

Natalegawa berhasil membuat dua negara anggota itu untuk secara prinsip setuju mengadakan perjanjian gencatan senjata, meskipun masih belum berhasil menjalankan rencana yang mencakup penempatan pasukan penjaga perdamaian Indonesia di daerah konflik tersebut.

Diplomasi seperti itu telah membuat forum ASEAN, dan KTT Asia Timur, makin penting bagi kawasan yang dihuni setengah dari penduduk dunia dan banyak negara yang ekonominya berkembang pesat. Para pejabat Amerika sering menyebut kawasan Asia-Pasifik sebagai salah satu kawasan paling dinamis dan penting bagi kepentingan Amerika di masa depan.

Dalam KTT keamanan kawasan ASEAN bulan Juli, Natalegawa memuji kesepakatan antara Tiongkok dan ASEAN untuk menyelesaikan sengketa di Laut Cina Selatan yang kaya minyak, meskipun perjanjian itu hanya meminta kedua pihak untuk mengembangkan sebuah proses yang akhirnya dapat mencapai kesepakatan.

Disela-sela KTT itu, para pejabat Korea Utara dan Selatan mengadakan pembicaraan informal dan menumbuhkan harapan untuk dilanjutkannya kembali dialog enam pihak mengenai program nuklir Korea Utara.

Dewi Fortuna Anwar, wakil sekretaris urusan politik bagi wakil presiden Indonesia, mengatakan meskipun KTT-KTT ASEAN jarang menghasilkan perjanjian yang inovatif, tetapi memainkan peran penting dalam mempertahankan keamanan dan stabilitas kawasan. “Yang paling bisa dilakukan adalah mencoba meredakan ketegangan dan berharap bisa mengembangkan mekanisme untuk menciptakan hubungan antara berbagai pihak sehingga mereka bisa melihat bahwa mereka lebih baik bekerjasama daripada bermusuhan”, ungkap Dewi Fortuna Anwar.

Agenda lain dalam KTT Asia Timur itu adalah permintaan Birma untuk menjadi ketua tahunan ASEAN tahun 2014. ASEAN telah mengungkapkan dukungan bersyarat sebagai insentif untuk mendorong demokrasi menyusul pemilu serta pembebasan pemimpin pro-demokrasi Aung San Suu Kyi dan banyak tahanan politik lainnya baru-baru ini.

Beberapa kelompok HAM berpendapat ASEAN harus menerapkan pendekatan yang lebih keras dan menekan Birma agar menyesuaikan diri dengan prinsip-prinsip demokrasi dan HAM ASEAN.

Anwar mengatakan permintaan Birma untuk mengetuai ASEAN tahun 2014 beresiko bagi kredibilitas ASEAN sambil ASEAN bergerak menjadi organisasi yang lebih terintegarasi tahun 2015 yang akan menerapkan prinsip-prinsip demokrasi dan aturan hukum.

XS
SM
MD
LG