Tautan-tautan Akses

Balas Penembakan Pesawat, Rusia Ancam Sanksi atas Turki


PM Dmitry Medvedev mengatakan Rusia mempertimbangkan pemutusan hubungan ekonomi dengan Turki (foto: dok).

PM Dmitry Medvedev mengatakan Rusia mempertimbangkan pemutusan hubungan ekonomi dengan Turki (foto: dok).

PM Dmitry Medvedev Kamis (26/11) mengatakan Rusia mempertimbangkan pemutusan hubungan ekonomi dengan Turki dan pembatalan proyek investasi.

Rusia hari Kamis (26/11) menangguhkan komunikasi dan menerapkan kontrol lebih ketat atas impor Turki di tengah memanasnya ketegangan antara kedua negara itu.

Turki awal minggu ini menembak jatuh pesawat perang Rusia yang dikatakan memasuki wilayah udaranya di perbatasan dengan Suriah, menewaskan salah satu pilot.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan telah menangguhkan semua “jalur interaksi” dengan militer Turki, termasuk jalur komunikasi yang tadinya digunakan untuk menghindari tabrakan di wilayah udara Suriah.

Selain itu, Rusia juga akan memperketat kontrol atas produk pangan dan pertanian dari Turki. Media setempat melaporkan sejumlah truk yang mengangkut impor dari Turki dicegat di perbatasan.

Langkah-langkah ini mirip dengan yang diambil Rusia terhadap negara-negara lain jika ada insiden atau perbedaan pendapat dalam beberapa tahun ini.

Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev hari Kamis mengatakan pihaknya juga mempertimbangkan pemutusan hubungan ekonomi dengan Turki dan pembatalan proyek investasi. Katanya, ia telah meminta pemerintah agar merancang sanksi-sanksi atas Turki dalam dua hari mendatang.

Dalam wawancara dengan saluran CNN, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan negaranya tidak akan meminta maaf.

Berbicara di televisi France 24, Erdogan mengatakan “Kalau kami tahu itu adalah pesawat Rusia, mungkin kami bertindak lain. Tetapi para pilot kami sangat mengetahui aturan perang dan wajib melakukan tugas mereka melindungi wilayah udara Turki.”

Erdogan menambahkan ia dan Presiden Rusia Vladimir Putin harus membicarakan insiden itu, tetapi Putin “belum menjawab telepon saya.”

Putin menganggap penembakan itu sebagai “tikaman dari belakang oleh pihak yang kami kira adalah mitra dan sekutu kami dalam perang melawan teroris.” Putin berkeras pesawat itu berada di wilayah udara Suriah, bukan Turki, ketika ditembak jatuh.

Salah seorang pilot yang selamat mengatakan mereka tidak pernah “sedetikpun” masuk wilayah udara Turki dan tidak pernah mendapat peringatan apapun.

Namun Turki merilis rekaman audio yang dikatakan merupakan suara peringatan oleh militer Turki sebelum menembak pesawat Rusia itu. Rekaman itu mengindikasikan pesawat itu diperingatkan beberapa kali karena mendekati wilayah udara Turki dan diminta mengubah haluan. [th]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG