Tautan-tautan Akses

Baku Tembak di Sulawesi Tengah, 1 Anggota Kelompok Santoso Tewas

  • Yoanes Litha

Brigjen Rudi Sufahriadi memberikan keterangan pers di Mapolres Poso terkait tewasnya seorang anggota kelompok teroris Santoso, Kamis 10/11 (VOA/Yoanes).

Brigjen Rudi Sufahriadi memberikan keterangan pers di Mapolres Poso terkait tewasnya seorang anggota kelompok teroris Santoso, Kamis 10/11 (VOA/Yoanes).

Seorang anggota kelompok teroris Santoso tewas dalam baku tembak dengan petugas di Kabupaten Parigi Moutong, Kamis siang (10/11). Kelompok teroris Poso kini tinggal 9 orang yang masih diburu dalam Operasi Tinombala 2016.

Petugas Operasi Tinombala 2016 pada Kamis siang (10/11) pukul 14.50 waktu Indonesia Tengah dilaporkan terlibat baku tembak dengan 2 orang tidak dikenal di wilayah hutan pegunungan di dusun Kalu basah, desa Salubanga, Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah.

Kepala Polisian Daerah Sulawesi Tengah Brigjen Rudi Sufahriadi selaku Penanggung Jawab Operasi Tinombala Kamis malam menerangkan, satu pelaku tewas tertembak sedangkan seorang lainnya masih diburu .

“Telah terjadi kontak tembak antara DPO (Daftar Pencarian Orang) dengan Satgas Operasi Tinombala yang diwakili teman-teman dari Alfa 29 dan Alfa 27, sedang melaksanakan patroli, mendapati dua orang tidak dikenal yang diduga DPO melintas. Terjadi kontak tembak dan tertembak satu orang, berambut gondrong, sampai hari ini belum dapat diturunkan, karena keburu gelap,” ungkap Rudi.

Petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya berupa 3 bom rakitan dan obat obatan. Jenazah pelaku yang tewas itu hingga Kamis malam belum dapat diambil oleh petugas karena beratnya medan. Rencananya jenazah baru dapat dibawa turun hari Jumat pagi untuk dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Tengah di Palu untuk diidentifikasi .

“Saya yang berada di Poso sekarang ini menyampaikan berarti kita punya DPO tinggal 9 (orang). Saya sebelum ditanya mengimbau kepada semua masyarakat Poso yang mengatahui keberadaan mereka agar melapor kepada kita,” imbuh Rudi.

Brigjend Rudi Sufahriadi mengatakan, belum dapat memastikan identitas pelaku yang berambut ikal dan gondrong tersebut, namun dalam daftar Pencarian Orang (DPO) Kelompok Teroris Santoso, terdapat dua pelaku yang memiliki ciri-ciri yang mirip pelaku yaitu Nae alias Galuh dan Daus alias Rangga. Keduanya menurut polisi berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat.

Kelompok teroris Santoso itu kini masih berjumlah 9 orang yang terus diburu petugas Operasi Tinombala. Sejak di mulai tanggal 15 Januari 2016 , jumlah kelompok itu terus berkurang dari sebelumnya yang disebut beranggotakan 41 orang. Satgas Tinombala menegaskan masih membuka ruang bagi sisa kelompok itu untuk menyerah secara baik baik kepada aparat keamanan. [yl/ii]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG