Tautan-tautan Akses

Baku Tembak Berlangsung di Ukraina Timur


Seorang warga menunjukkan rumahnya yang rusak akibat pertempuran di Donetsk, Ukraina timur (14/8).

Seorang warga menunjukkan rumahnya yang rusak akibat pertempuran di Donetsk, Ukraina timur (14/8).

Aksi baku tembak hebat dilaporkan terjadi di beberapa bagian di Ukraina timur yang dikuasai pemberontak hari Kamis (14/8).

Aksi baku tembak hebat dilaporkan terjadi di beberapa bagian di Ukraina timur yang dikuasai pemberontak, sementara konvoi Rusia bergerak mendekati perbatasan Ukraina.

Dewan Kota Donetsk melaporkan bahwa dua orang tewas, dua pusat perbelanjaan dan sebuah rumah rusak, dalam baku tembak, yang untuk pertama kali terjadi dekat pusat kota itu. Dewan itu juga melaporkan adanya kebakaran di sebuah fasilitas penyimpanan minyak.

Departemen Kesehatan Donetsk melaporkan, Kamis, bahwa 74 warga sipil tewas dan 116 lainnya terluka di berbagai penjuru Donetsk selama tiga hari terakhir. Pihak berwenang mengatakan, 839 warga Donetsk tewas dan 1.623 terluka sejak tanggal 1 Maret.

Dewan kota Luhansk, kubu pertahanan utama lain pemberontak, melaporkan Jumat banyak warganya tewas akibat pertempuran sengit di bagian timur kota itu sehari sebelumnya.

Konvoi Rusia, yang terdiri dari hampir 300 truk yang mengangkut apa yang disebut Moskow bantuan kemanusiaan, meninggalkan kota Voronezh, Rusia barat-daya, di mana konvoi itu sempat terhenti karena ada pertentangan mengenai muatan dan tujuannya.

Konvoi itu berhenti lagi, Kamis, di Kamensk-Shakhtinsky, sebuah kota di kawasan Rostov, Rusia, sekitar 40 kilometer dari perbatasan Ukraina dan sekitar 100 kilometer dari tenggara Luhansk.

Moskow berkeras pihaknya mengkoordinasi pengiriman bantuan kemanusiaan itu dengan Palang Merah Internasional, tetapi hari Rabu, para wakil dari Palang Merah mengatakan mereka masih tidak tahu mengenai tujuan akhir konvoi itu.

Pemerintah Kyiv, yang menuduh Rusia mempersenjatai dan, membantu pemberontakan di Ukraina timur, telah berkali-kali mengutarakan kecurigaan bahwa Moskow menggunakan konvoi itu sebagai dalih untuk penyerbuan besar-besaran. Moskow hari Rabu menyebut tuduhan itu “tidak berdasar.”

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG