Tautan-tautan Akses

Bahrain Tangkap Pemimpin Oposisi


Pemimpin oposisi Bahrain, Ibrahim Sharif. (Foto: dok.)

Pemimpin oposisi Bahrain, Ibrahim Sharif. (Foto: dok.)

Pihak berwenang di Bahrain menangkap seorang pemimpin oposisi terkemuka, Minggu (12/7), kurang dari sebulan setelah ia dibebaskan dari penjara karena keterlibatannya dalam aksi protes yang diinspirasikan gerakan kebangkitan Arab (Arab Spring).

Kementerian Dalam Negeri mengatakan melalui pernyataan singkat di Twitter, Ibrahim Sharif, mantan sekretaris jenderal Masyarakat Aksi Demokrasi Nasional, ditahan karena melanggar hukum.

Kelompok politik berhaluan kiri yang sekuler, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai Waad, ini mengatakan, penangkapan berlangsung pukul 2.30 pagi waktu setempat di tempat kediaman Sharif. Pihak berwenang telah memulai penyelidikan pendahuluan mereka tanpa kehadiran pengacara Sharif.

Sharif dibebaskan bulan lalu setelah dipenjara selama lebih dari empat tahun karena perannya dalam aksi protes tahun 2011 yang menyerukan reformasi di negara kerajaan itu.

Aksi protes itu didominasi orang-orang Syiah yang menjadi kelompok mayoritas di negara itu. Mereka menghendaki hak-hak politik yang lebih besar dan menuduh kerajaan yang didominasi Sunni itu melakukan diskriminasi. Aksi protes itu juga mendapat dukungan dari berbagai kelompok masyarakat lain di Bahrain.

Sharif adalah salah satu dari beberapa aktivis pro-demokrasi yang dihukum oleh pengadilan pimpinan militer setelah aksi penumpasan pemerintah terhadap gerakan protes. Banyak pemimpin oposisi terkemuka lainnya dan aktivis HAM masih dipenjarakan.

XS
SM
MD
LG