Tautan-tautan Akses

Bahrain Kalahkan Timnas Indonesia 2-0 di Stadion Utama GBK

  • Budi Nahaba

Pemain timnas Indonesia, Hamka Hamsah berebut bola dengan pemain Bahrain Ismaeel Abdullatif Ismaeel (kanan) dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2014 di GBK Senayan (6/9).

Pemain timnas Indonesia, Hamka Hamsah berebut bola dengan pemain Bahrain Ismaeel Abdullatif Ismaeel (kanan) dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2014 di GBK Senayan (6/9).

Pertandingan antara Timnas melawan kesebelasan Bahrain digelar Selasa malam (6/9) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta.

Tim Nasional (Timnas) Indonesia kembali gagal memetik satu angka pun dari dua pertandingan babak ketiga penyisihan Grup E Zona Asia Piala Dunia 2014. Walau bermain cukup maksimal di kandang sendiri Selasa malam (6/9), Timnas akhirnya harus mengakui kekalahan dengan skor 0-2 dari kesebelasan Bahrain.

Pertandingan yang disaksikan lebih dari lima puluh ribu penonton yang memadati Stadion Utama GBK Senayan itu, juga disiarkan langsung oleh beberapa jaringan media nasional. Dari pantauan VOA, para pemain Timnas tampil cukup memukau di awal pertandingan, Kapten Timnas Bambang Pamungkas langsung memimpin rekan-rekannya menggempur pertahanan lawan.

Namun sayang, perjuangan anak-anak asuhan pelatih Timnas, Wim Rijsbergen , tampaknya sampai akhir pertandingan tak satu pun berhasil menggolkan bola ke gawang kesebelasan Bahrain. Timnas Indonesia harus mengakui ketangguhan para pemain lawan.

Gol kemenangan tim Bahrain dicetak oleh Sayed Dhiya Saeed pada menit 45 dan Ismaeel Abdullatif pada menit 72.

Pada menit ke-80, pertandingan Indonesia melawan Bahrain di penyisihan Grup E Zone Asia Piala Dunia 2014 itu sempat dihentikan oleh wasit Lee Min Hu asal Korea Selatan. Wasit menghentikan pertandingan selama sekitar 15 menit, akibat ulah penonton yang menyalakan kembang api.

Kapten kesebelasan Timnas Bambang Pamungkas menyesalkan insiden tersebut.

Usai pertandingan, berbicara kepada wartawan Bambang Pamungkas mengatakan, “Sebenarnya semua tidak ingin pertandingan dihentikan, alasannya karena kembang api itu tidak masuk lapangan dan sudah berhenti. Saya mengungkapkan itu kepada komisioner pertandingan, tapi mereka mengatakan peraturan bahwa pemain harus keluar (selama) 15 menit. Dia ingin keamanan melakukan tugasnya untuk menghentikan kembang api. Saya berterima kasih karena penonton mengerti keadaan.”

Walau kalah telak 0-2 dari Bahrain, Kapten Timnas Bambang Pamungkas mengatakan mereka cukup optimis dapat menyelesaikan seluruh fase pertandingan tersisa.
“Lebih dari itu saya minta maaf, karena tim kita bermain tidak sebaik yang mereka (penonton) inginkan dan kita harus kalah di sini. Kita masih punya empat pertandingan yang mungkin dikatakan berat , tapi tidak ada yang mustahil dalam sepak bola, kita akan tetap berusaha dan mungkin akan menurunkan pemain-pemain baru, saya yakin Indonesia masih punya harapan,” ujar Bambang.

Kalangan pengamat sepak bola memuji ketegasan wasit yang mengawasi pertandingan malam itu. Pengamat mengatakan menyalakan petasan dan kembang api dilarang dalam peraturan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) , selain akan menghadapi ancaman denda miliaran Rupiah, pihak tuan rumah juga akan menghadapi sanksi lain, yaitu, bisa menggelar pertandingan namun tanpa disaksikan penonton di lapangan pertandingan.

Pekan lalu, di Teheran, Iran, Timnas Indonesia dikalahkan kesebelasan Iran dengan skor telak 0-3.

Pertandingan selanjutnya, Indonesia akan menjamu tim Qatar pada 11 Oktober mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta. Sementara, pada 11 November 2011, Timnas Indonesia akan bertolak menuju Qatar untuk bertanding menghadapi tim kesebelaan negara itu.

Pemain Timnas Indonesia yang tampil Selasa malam dengan kekuatan inti, antara lain Markus Haris Maulana, M. Roby, Hamka Hamzah, M. Nasuha, kapten kesebelasan Bambang Pamungkas, Christian Gonzales dan Boas Salossa.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan keluarga, ikut menyaksikan langsung pertandingan antara timnas Indonesia dan Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

XS
SM
MD
LG