Tautan-tautan Akses

Bahrain Bela Tindakan Keras terhadap Demonstran Anti Pemerintah


Tank-tank militer Bahrain siap siaga di dekat Lapangan Mutiara di Manama, Kamis (17/2).

Tank-tank militer Bahrain siap siaga di dekat Lapangan Mutiara di Manama, Kamis (17/2).

Menlu Bahrain Sheikh Khalid bin Ahmed Khalifa mengatakan protes itu merupakan pemberontakan terhadap pemerintah dan bangsa.

Menteri Luar Negeri Bahrain telah membela tindakan keras pasukan keamanan terhadap para demonstran anti-pemerintah yang tadinya berkemah di lapangan utama di ibukota.

Dalam jumpa pers hari Kamis, Sheikh Khalid bin Ahmed Khalifa mengatakan protes di Lapangan Mutiara Manama itu merupakan pemberontakan menentang pemerintah dan bangsa. Dia menambahkan bahwa pasukan keamanan meminta para demonstran bubar sebelum mereka bergerak masuk ke lapangan itu dalam serangan sebelum fajar hari Kamis.

Menurut berbagai laporan media Barat, menteri kesehatan negara itu mengatakan tiga orang tewas dan 231 terluka dalam operasi polisi untuk membersihkan lapangan itu. Laporan-laporan menyatakan banyak demonstran hilang.

Dalam jumpa pers hari Kamis, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan laporan dari Bahrain itu "sangat merisaukan." Dia mengatakan kekerasan seharusnya tidak digunakan terhadap demonstran damai.

Sementara itu, para pejabat Amerika mengatakan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton menelepon menteri luar negeri Bahrain dan menyatakan "keprihatinan mendalam" atas penumpasan keras itu. Pentagon juga mengatakan Menteri Pertahanan Amerika Robert Gates hari Kamis menelepon Putra Mahkota Bahrain Sheikh Salman bin Hamad al-Khalifa guna membahas situasi keamanan negara itu.

Awal pekan ini, para demonstran yang menuntut perubahan politik menyeluruh telah berkemah di Lapangan Mutiara. Ketika memasuki lapangan itu sebelum dinihari Kamis, pasukan keamanan menembakkan gas air mata, granat kejut, dan peluru karet terhadap para demonstran yang umumnya Muslim Syiah.

XS
SM
MD
LG