Tautan-tautan Akses

AS

Bahaya Tornado Meningkat Seiring Pertumbuhan Kota


Awan badai di kejauhan di belakang rumah-rumah yang rusak karena tornado di Moore, Oklahoma (21/5). (AP/Charlie Riedel)

Awan badai di kejauhan di belakang rumah-rumah yang rusak karena tornado di Moore, Oklahoma (21/5). (AP/Charlie Riedel)

Bahaya tornado meningkat seiring tumbuhnya kota dan jumlah penduduk, serta apa yang para ahli sebut "amnesia bencana."

Moore, Oklahoma, mengalami nasib naas karena dihantam dua tornado yang destruktif, keduanya pada bulan Mei, namun terpisah 14 tahun.

Namun kota Moore yang dilanda tornado Senin (20/5) tidak sama dengan pada 1999. Seperti banyak kota-kota di seluruh Amerika dan di wilayah “Tornado Alley” (Lorong Tornado), pertumbuhan yang pesat membuatnya menjadi target yang lebih besar dan rentan terhadap lebih banyak kerusakan.

Tornado tersebut, dengan angin yang mencapai 320 kilometer per jam, menewaskan sedikitnya 24 orang dan melukai lebih dari 200 lainnya, banyak diantaranya anak-anak dari dua sekolah dasar yang luluh lantak.

Media setempat menyebutkan bahwa badai tersebut jauh lebih merusak dibandingkan tornado yang menimpa Moore pada Mei 1999. Pada saat itu, badai itu adalah yang paling destruktif dalam sejarah dan menimbulkan kerusakan US$1 miliar. Namun kemudian dikalahkan oleh dua tornado pada 2011 di Joplin, Missouri dan Tuscaloosa, Alabama.

Antara 2000 dan 2011, populasi Moore meningkat sekitar 34 persen menjadi 56.300 orang, menurut data sensus resmi. Pada periode yang sama, populasi Oklahoma naik 9 persen dan populasi AS tumbuh hampir 10 persen.

“Terkadang ada beberapa tornado dalam satu tahun. Kali lain, tidak ada tornado selama bertahun-tahun,” ujar Bob Henson dari Pusat Penelitian Atmosferik Nasional.
“Penduduk AS tumbuh dan lebih banyak wilayah tertutup rumah dan perusahaan dibandingkan sebelumnya. Jadi target-targetnya lebih besar.”

Para ahli industri asuransi menyebut fenomena itu “amnesia bencana.” Orang-orang lupa bagaimana menderitanya sebuah wilayah karena bencana dan hanya fokus pada pembangunan kembali.

Tornado yang terjadi Senin merupakan tornado dahsyat ketiga yang menimpa Moore dalam 15 tahun terakhir – fakta ilmiah menarik namun bukan berarti tempat ini lebih rentan daripada yang lain.

Setelah jumlah angin puting beliung yang mencapai rekor pada 2011, volumenya sebetulnya turun akhir-akhir ini. Tahun lalu merupakan pertama kalinya dalam sedikitnya 20 tahun bahwa kurang dari 1.000 tornado melanda Amerika Serikat.

“Sampai terjadinya tornado minggu ini, sebetulnya setahun terakhir adalah periode yang sangat sepi tornado di AS,” ujar Anthony Del Genio, ahli iklim dari NASA.
Kerusakan Belum Jelas

Perusahaan asuransi Jerman Munich Re memperkirakan bahwa tornado menyebabkan sekitar $40 miliar kerusakan yang terasuransi di Amerika Serikat pada 2011 dan 2012. Sejak 1980, kerusakan rata-rata akibat hujan badai, termasuk tornado, telah naik tujuh kali lipat.

Meski ruang lingkup kerusakan terlihat jelas, baru beberapa hari lagi kerusakan akibat badai Moore bisa dihitung. Salah satu masalahnya adalah kurangnya presisi. Meski ada kemajuan ilmu pengetahuan, tetap saja sulit memperkirakan di mana dan kapan tornado akan melanda di masa yang akan datang, membuat perusahaan asuransi sulit membuat model paparannya. (Reuters/Ben Berkowitz dan Julie Steenhuysen)
XS
SM
MD
LG