Tautan-tautan Akses

AS

Pemangkasan Anggaran, Badan Penerbangan AS Tutup 149 Menara Pengawas

  • Chris Simkins

Pesawat milik maskapai US Airways siap melakukan take off di bandara Reagan (foto: dok). Badan penerbangan AS harus menutup 149 menara pengawas akibat pemotongan anggaran.

Pesawat milik maskapai US Airways siap melakukan take off di bandara Reagan (foto: dok). Badan penerbangan AS harus menutup 149 menara pengawas akibat pemotongan anggaran.

Badan Penerbangan Federal Amerika FAA akan menutup 149 menara pengawas lalu lintas udara mulai awal April ini, sebagai bagian dari pemangkasan anggaran.

Para pejabat transportasi mengatakan pemangkasan anggaran pada penerbangan sipil tidak akan mengurangi keselamatan di darat dan udara.

Menara pengawas lalu lintas udara di bandara Frederick, negara bagian Maryland tidak lagi akan memandu para pilot di sekitar kawasan udara yang sibuk ini. Lewat pemangkasan pengeluaran pemerintah federal, menara pengawas ini – seperti 148 menara di bandara-bandara yang lebih kecil di seluruh Amerika – akan ditutup.

“Penutupan menara ini merupakan langkah mundur bagi kami disini,” ujar Kevin Daugherty.

Kevin Daugherty, manajer bandara di Frederick mengatakan, penutupan menara pengawas menghilangkan lapisan keselamatan ekstra di bandara tersibuk kedua di Maryland itu.

“Kalau ada lalu lintas pesawat jet swasta dan bercampur dengan pesawat latih, pesawat terbang layang dan helikopter, ini bisa kacau. Inilah alasan mengapa menara pengawas lalu lintas udara dibangun dan dibuka di sini,” ujar Daugherty lagi.

Pemerintah Amerika baru-baru ini menghabiskan lebih dari lima juta dollar untuk membangun menara di Frederick – Maryland itu, yang dibuka tahun lalu.

Kini, rasa frustrasi berkembang diantara para petugas pengawas udara yang dikontrak, seperti Mamie Ambrose yang akan kehilangan pekerjaannya.

Ia mengatakan, “FAA merasa perlu membangun sebuah menara disini karena kesibukan lalu lintas udara, dan kini tiba-tiba ini dianggap bukan lagi masalah keamanan. Tiba-tiba mereka ingin menutup menara yang baru dibuka kurang dari setahun”.

Todd Kirkpatrick pindah dari South Carolina untuk bekerja di menara Frederick. Kini – sebagaimana para pengawas kontrak lain yang bekerja di bandara-bandara lebih kecil – Todd harus pindah untuk mencari pekerjaan lain.

“Saya menghabiskan hampir seluruh tabungan saya dan semuanya, untuk pindah kemari demi pekerjaan ini. Kini, kurang dari satu tahun kemudian – menara ini akan ditutup. Saya harus putar arah dan menggunakan uang yang tersisa untuk kembali ke South Carolina tanpa pekerjaan, dan mengambil jaminan pengangguran karena saya tidak mampu tinggal disini dengan uang asuransi pengangguran saja,” kata Kirkpatrick sedih.

Bandara Frederick di Maryland itu akan tetap dibuka, tetapi para pilot harus melakukan koordinasi untuk tinggal landas dan mendarat diantara mereka sendiri, melalui komunikasi radio.

Walikota Frederick, Randy McClement mengatakan penutupan menara itu akan mengganggu upaya untuk menarik bisnis baru di kawasan itu.

“Kami mengalami sedikit peningkatan akibat datangnya pesawat-pesawat jet milik perusahaan karena keberadaan menara pengawas lalu lintas udara tersebut. Beberapa perusahaan tidak akan terbang ke bandara Frederick karena tidak ada menara pengawas lagi,” papar Randy McClement.

Para pejabat kota Frederick mengatakan mereka berharap penutupan menara pengawas bandara tidak akan menimbulkan dampak pada keselamatan di udara, meskipun akan membuat lalu lintas udara dan bisnis penting lainnya pindah ke tempat lain.
XS
SM
MD
LG