Tautan-tautan Akses

IAEA: Penyelidikan Nuklir di Iran Berjalan Lambat


Dirjen Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Yukiya Amano (Foto: dok).

Dirjen Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Yukiya Amano (Foto: dok).

Dirjen Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Yukiya Amano mengatakan bahwa Teheran belum memenuhi permintaannya agar negara itu mengusulkan dua daerah penyelidikan baru sebelum tanggal 2 September lalu.

Badan nuklir PBB (IAEA) percaya tiga minggu setelah gagal memberikan informasi tentang penelitian atomnya, Iran mengambil langkah untuk memajukan penelitian nuklirnya, dan PBB berusaha meningkatkan tekanan terhadap Teheran.

Kepala badan nuklir PBB menyatakan bahwa penyelidikan yang ia coba lakukan mengenai tuduhan bahwa Iran membuat senjata nuklir berjalan lambat.

Dirjen Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Yukiya Amano mengatakan bahwa Teheran belum memenuhi permintaannya agar negara itu mengusulkan dua daerah penyelidikan baru sebelum tanggal 2 September lalu.

Dia menyebutkan tentang telah dimulainya pembicaraan mengenai dugaan dua eksperimen lain yang disepakati kedua belah pihak sebelumnya. Tetapi Amano tidak menyebutkan apakah pihaknya mendapatkan jawaban yang diharapkannya. Amano berbicara demikian hari Senin (15/9) pada sesi pembukaan pertemuan dewan IAEA yang beranggotakan 35 negara.

Laporan rahasia Badan Energi Atom Internasional pada awal September mengatakan Iran tidak memenuhi dua dari lima langkah transparansi yang telah disepakati untuk diterapkan menjelang tanggal 25 Agustus.

Iran menyatakan tidak menginginkan senjata nuklir dan tidak pernah berusaha membuatnya. Tapi IAEA menyatakan telah mengumpulkan informasi setebal sekitar 1.000 halaman yang mengindikasikan Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir. Sejak terpilihnya Presiden Hassan Rouhani tahun lalu, Iran telah meningkatkan minat untuk bernegosiasi.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG