Tautan-tautan Akses

Badan Intelijen Pakistan Bantah Terlibat Tewasnya Wartawan


Wartawan Pakistan di Hyderabad melakukan unjuk rasa atas tewasnya Syed Saleem Shahzad yang diduga akibat penyiksaan (1/6).

Wartawan Pakistan di Hyderabad melakukan unjuk rasa atas tewasnya Syed Saleem Shahzad yang diduga akibat penyiksaan (1/6).

Polisi Pakistan mengatakan bahwa mayat wartawan Syed Saleem Shahzad menunjukkan adanya tanda-tanda penyiksaan.

Ratusan orang berkabung atas tewasnya seorang wartawan Pakistan, sementara badan intelijen Pakistan membantah terlibat dalam penyiksaan dan pembunuhan wartawan itu.

Syed Saleem Shahzad dimakamkan di kota pelabuhan Karachi, Pakistan Selatan, Rabu. Mayatnya ditemukan sekitar 200 mil dari Islamabad di distrik Mandi Bahauddin, propinsi Punjab, hari Selasa, setelah ia dilaporkan hilang sebelumnya pekan ini. Polisi mengatakan, mayat itu menunjukkan adanya tanda-tanda penyiksaan.

Ayah tiga anak berusia 40 tahun itu bekerja untuk Asia Times Online yang berkantor pusat di Hong Kong. Ia baru-baru ini menulis artikel yang isinya menuding adanya keterkaitan antara al-Qaida dan angkatan laut Pakistan.

Seorang peneliti dari Human Rights Watch, Ali Dayan Hasan, mengatakan Shahzad mengatakan kepadanya bahwa ia takut agen-agen intelijen Pakistan sedang memburunya.

Hari Rabu, seorang pejabat badan intelejen Pakistan, ISI, yang tidak diungkapkan namanya, mengatakan tuduhan bahwa badan itu telah mengancam Shahzad atau terlibat dalam pembunuhannya tidak berdasar dan bukan berdasarkan fakta.

Pejabat ISI itu mengatakan kepada Associated Press bahwa wartawan itu bertemu dengan para pejabat ISI Oktober tahun lalu untuk membahas cerita yang yang ditulisnya dan bahwa pertemuan itu berlangsung sopan dan bersahabat. Pejabat intelijen itu menambahkan bahwa kematian Shahzad seharusnya tidak digunakan untuk menarget dan memburuk-burukkan badan keamanan negara itu.

XS
SM
MD
LG