Tautan-tautan Akses

Badan HAM Mesir Terima Laporan Penyiksaan dan Penghilangan Paksa


Polisi Mesir melakukan penjagaan di Lapangan Tahrir di Kairo (foto: dok). Polisi Mesir di bawah Presiden Abdel-Fattah el-Sissi, bertindak nyaris tanpa ampun.

Polisi Mesir melakukan penjagaan di Lapangan Tahrir di Kairo (foto: dok). Polisi Mesir di bawah Presiden Abdel-Fattah el-Sissi, bertindak nyaris tanpa ampun.

Badan HAM yang diakui pemerintah Mesir hari Minggu (3/7) telah menerima laporan penyiksaan dan penghilangan paksa, mencerminkan temuan sebelumnya oleh organisasi hak asasi (HAM) lokal dan internasional.

Dalam penilaian yang jauh dari kritis dibanding organisasi yang lebih independen, kepala Dewan HAM Nasional Mohammed Fayek mengatakan organisasinya juga menerima keluhan tentang kondisi buruk dalam penjara. Ia mengatakan, organisasinya secara resmi mencatat tiga kasus di mana pihak berwenang menyiksa tahanan sampai mati.

Pihak berwenang melancarkan tindakan keras yang luas terhadap pembangkang setelah militer menggulingkan Presiden Mesir Mohammed Morsi tahun 2013. Sudah ribuan orang, terutama pendukung Morsi, dan juga sejumlah aktivis sekuler terkenal, dipenjara.

Menurut aktivis HAM, polisi di bawah Presiden Abdel-Fattah el-Sissi, yang sebagai menteri pertahanan memimpin penggulingan Morsi, bertindak nyaris tanpa ampun, menyiksa tersangka dan tahanan serta melakukan penangkapan secara acak.

Nadeem Center, yang menyediakan konseling bagi para korban penyiksaan, mendokumentasi sekitar 600 kasus penyiksaan oleh polisi tahun 2015. Dikatakan, 500 orang tewas oleh pasukan keamanan tahun itu, termasuk 100 yang meninggal dalam tahanan resmi.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan ekses yang timbul itu dilakukan minoritas kecil yang harus bertanggungjawab.

El-Sissi, yang terpilih hampir setahun setelah penggulingan Morsi, mengatakan catatan HAM Mesir seharusnya tidak dinilai dengan standar Barat. [ka/al]

XS
SM
MD
LG