Tautan-tautan Akses

Badai Matthew Bergerak ke Jamaika


Badai Tropis Matthew, hasil pemotretan satelit Suomi NPP milik NASA-NOAA pada 17:00 GMT (1pm ET) 29 September 2016. (NOAA/NASA Goddard)

Badai Tropis Matthew, hasil pemotretan satelit Suomi NPP milik NASA-NOAA pada 17:00 GMT (1pm ET) 29 September 2016. (NOAA/NASA Goddard)

Para peramal cuaca AS mengatakan Matthew adalah badai terkuat yang melewati Samudera Atlantik sejak Felix pada 2007. Dengan kecepatan angin maksimum 250 kilometer per jam, Matthew diperkirakan akan tetap tergolong badai kuat hingga hari Minggu.

Badai Matthew yang berkekuatan besar telah sedikit melemah dalam perjalanannya melintasi Samudera Atlantik. Badai yang kini dianggap berkatagori empat itu (setelah sebelumnya lima) diperkirakan akan menumpahkan hujan dan menciptakan kekacauan di beberapa wilayah di kawasan Karibia dalam beberapa hari mendatang.

Para peramal cuaca AS mengatakan Matthew adalah badai terkuat yang melewati Samudera Atlantik sejak Felix pada 2007. Dengan kecepatan angin maksimum 250 kilometer per jam, Matthew diperkirakan akan tetap tergolong badai kuat hingga hari Minggu.

Matthew akan mempengaruhi banyak wilayah Laut Karibia dalam beberapa hari mendatang, termasuk Jamaika, Haiti dan Cuba.

Para peramal cuaca memperkirakan badai itu akan mencurahkan hujan rata-rata setinggi 25 hingga 38 sentimeter. Namun di sejumlah tempat di Jamaika dan Haiti barat daya curah hujan bisa mencapai 68 sentimeter. Pusat Pengawasan Badai AS mengatakan hujan itu bisa mengakibatkan banjir bandang dan lumpur longsor yang bisa menelan korban jiwa.

Badai Matthew sejauh ini telah merenggut satu korban jiwa. Kantor Gubernur La Guajira, Kolombia, mengatakan, seorang warga berusia 67 tahun tewas di kawasan pedalaman negara itu akibat badai tropis tersebut. [ab]

XS
SM
MD
LG