Tautan-tautan Akses

Badai Irene Hantan Kawasan Pantai Timur Amerika

  • Sean Maroney

Alora Goldsmith harus berjalan melawan angin dan hujan selagi badai Irene menghantam Elizabeth City, North Carolina (Sabtu, 27/8).

Alora Goldsmith harus berjalan melawan angin dan hujan selagi badai Irene menghantam Elizabeth City, North Carolina (Sabtu, 27/8).

Pemerintahan federal dan negara-negara bagian, serta badan-badan kemanusiaan dan kelompok-kelompok lokal di seluruh Amerika timur disibukkan dengan tanggapan terhadap badai besar, selagi angin ribut Irene menerjang daratan.

Para pejabat Amerika segera bertindak cepat selagi angin ribut Irene bergerak ke arah pantai timur Amerika yang bisa berdampak kepada 65 juta orang dan menyebabkan kerugiaan milyaran dolar.

Bandara-bandara utama tutup akibat badai itu, dan layanan kereta api di banyak bagian Amerika timur ditangguhkan. Pihak berwenang juga memerintahkan seperempat juta orang meninggalkan wilayah-wilayah di New York yang lokasinya rendah, merupakan evakuasi yang pertama kali dilakukan kota itu. Selain itu, para pejabat juga menutup keseluruhan sistem transportasi umum untuk pertama kalinya.

Sabtu subuh badai Irene menerpa negara bagian North Carolina, pemerintah negara bagian melaporkan banjir, listerik padam, dan mengeluarkan peringatan-peringatan mengenai angin puyuh.

Berbicara dari North Carolina timur, juru bicara Palang Merah Amerika Chris Osborne mengatakan kepada VOA bahwa ia dan para petugas penyelamat lainnya terpaksa bergabung dengan orang-orang yang mengungsi dari pantai itu. Tetapi ia mengatakan bahwa meski menghadapi kesulitan, organisasinya beroperasi secepat mungkin.

“Di wilayah pemukiman ini ada sekitar 300 orang yang ditampung di berbagai tempat. Ada lebih dari sepuluh tempat penampungan di wilayah North Carolina. Kami juga punya tambahan sekitar 70 penampungan yang siap pakai. Jadi ada banyak tempat penampungan bagi orang-orang yang mengungsi,” papar Osborne.

Osborne mengatakan petugas-petugas Palang Merah dikerahkan mulai dari North Carolina di selatan sampai ke utara melewati New York. Sementara mereka memusatkan perhatian pada penyediaan kebutuhan dasar pangan, tempat berteduh, dan air minum, ia mengatakan Palang Merah juga siap membantu dengan hal-hal lainnya, khususnya bagi orang-orang yang mungkin kehilangan semuanya.

“Kami menyediakan penasehat-penasehat terlatih yang bisa membantu orang menghadapi masalah emosional yang kadang-kadang muncul akibat bencana seperti ini. Jadi ini adalah bantuan awal,” ujarnya.

Irene adalah angin topan pertama yang sungguh-sungguh mengancam Amerika dalam tiga tahun. Badai itu juga menerpa pada peringatan keenam angin topan Katrina, yang menyebabkan banjir badang yang menewaskan lebih dari 1.800 orang dan mengakibatkan lebih dari sejuta orang kehilangan rumah di Amerika tenggara.

Tanggapan pemerintah federal terhadap Katrina dikecam luas karena dianggap lamban dan salah pengelolaan. Osborne mengatakan Palang Merah ingat akan hal itu selagi mereka bertindak menanggapi badai Irene.

“Setiap bencana berbeda dan merupakan kesempatan untuk belajar. Saya rasa kami belajar banyak dari angin topan Katrina, dan saya rasa kami lebih siap untuk membantu orang-orang yang membutuhkan kami,” tambah Osborne.

Ia mengatakan Palang Merah bekerjasama erat dengan masyarakat dan badan-badan pemerintah dalam upaya penyelamatan. Presiden Amerika Barack Obama juga mengarahkan badan-badan pemerintah federal agar memastikan semua sumber-sumber yang dibutuhkan tersedia.

XS
SM
MD
LG