Tautan-tautan Akses

Ayam Kremes Hadir di Amerika


Merry Istiowati, pemilik restoran "Merry's House of Chicken." (Foto: VOA)

Merry Istiowati, pemilik restoran "Merry's House of Chicken." (Foto: VOA)

Ayam kremes adalah menu andalan restoran "Merry's House of Chicken," restoran yang dimiliki oleh orang Indonesia yang kini menetap di Los Angeles, California.

"Menunya sih, menunya enak banget, kayak ayam kremes yang ada di depanku ini, terus ayam penyet, nasi bungkusnya top banget. Otentik banget menurutku, karena ayam kremes kayak ayam Suharti yang ada di Indonesia.”

Itulah pengakuan Devi Nurdina Syaharini, seorang pelanggan restoran "Merry’s House of Chicken," restoran Indonesia yang berlokasi di West Covina, pinggiran kota Los Angeles, California.

Ayam kremes memang jadi menu andalan di restoran ini. Cita rasanya yang otentik bahkan diakui oleh artis dan presenter yang tengah berlibur ke California yaitu Citra Kharisma. Menurutnya, "kremesnya yahut banget."

Inilah juga yang menjadi nilai jual "Merry’s House of Chicken" yang membedakannya dari restoran Indonesia lain di daerah ini.

Merry Istiowati, pemilik restoran Merry's House of Chicken

Merry Istiowati, pemilik restoran Merry's House of Chicken

Merry Istiowati, pemilik restoran ini mengatakan, "Ya memang masakan Indonesia ini unik ya, Indonesia terdiri dari macam-macam pulau, saya juga menghimbau masakan Indonesia itu distandarkan, yang apa gitu, jadi supaya orang-orang masuk ke restoran Indonesia tidak ragu, (sudah) tahu… Jadi yang dibanggakan (misalnya) seperti nasi gorengnya, atau ayam gorengnya."

Pelanggan restoran ini tak hanya warga Indonesia, tapi juga warga Asia lain dan warga Amerika. Randy Ruffner, warga Amerika yang baru pertama kali menikmati ayam kremes di restoran ini, mengaku amat menyukainya. "It’s good, it’s nice and tender, really sweet, really flavorful,"ungkapnya.

Ayam kremes restoran "Merry's House of Chicken"

Ayam kremes restoran "Merry's House of Chicken"

Walaupun makanan Indonesia kebanyakan rasanya pedas atau lebih pas kalau dimakan dengan sambal, Merry, pemilik sekaligus juru masak utama restoran ini, punya kiat menyiasatinya.

"Kita masakannya, tastenya kita bikin khas Indonesia, tapi untuk sambel itu kita jangan pedes-pedes. Jadi nanti kalau untuk mereka yang suka, minta tambah, pedesnya berapa, itu aja kita tambahkan, supaya mereka bisa makan, mereka bisa cicipi, ternyata sambel ini bisa produksi, mereka banyak yang dibeli bawa pulang," jelasnya.

Merry juga meracik sendiri bumbu-bumbu yang dipakai sehingga biayanya lebih murah dan lebih enak karena tak memakai bahan pengawet. Namun sayangnya, karena standar dari departemen kesehatan Amerika, Merry tak dapat memakai peralatan khas Indonesia dalam mengolah bumbunya.

"Peralatannya itu aja, makanya itu kita kesulitan mencari cobek. Jadi dulu asalnya pake cobek batu, dan ini tadi mau dicoba udah dibawa pulang, kita gak berani umpet-umpetin ya karena bahaya sekali itu, gara-gara peralatan saja,” tambah Merry.

Selain ayam kremes, restoran ini juga menjagokan menu ayam penyet, nasi goring dan bakmie goreng Jawa, serta nasi bungkus. Bahkan rencananya, Merry ingin menambah lagi makanan Indonesia dalam daftar menu yang disajikan.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG