Tautan-tautan Akses

Austria Umumkan Pembatasan Permintaan Suaka


Menteri Dalam Negeri Austria Johanna Mikl-Leitner (Foto: dok.)

Menteri Dalam Negeri Austria Johanna Mikl-Leitner (Foto: dok.)

Austria hari Rabu (17/2) mengumumkan pembatasan permintaan suaka di perbatasan bagian selatan yang menjadi tempat penyebrangan dari Slovenia, sampai 80 permintaan saja.

Menteri Dalam Negeri Austria Johanna Mikl-Leitner juga mengatakan mulai hari Jum’at(19/2) sekitar 3.200 orang "yang mencari perlindungan internasional di negara tetangga" akan diijinkan memasuki Austria. Ditambahkannya begitu jumlah pemohon harian itu tercapai maka pintu perbatasan akan ditutup untuk sementara waktu bagi para migran, tetapi permintaan suaka lebih jauh akan tetap dimungkinkan bagi mereka yang telah berada di dalam negara itu.

Austria telah menjadi pintu transit bagi migran yang ingin mencapai Jerman, negara yang paling banyak menerima pencari suaka, sebagian besar karena melarikan diri dari perang di Suriah.

Menjelang konperensi puncak Uni Eropa, Kanselir Jerman Angela Merkel mendesak "sikap bersama" dalam kelompok 28 negara Eropa itu, dengan mencontohkan agenda Uni Eropa, Turki yang menurutnya "memberikan solusi yang baik."

Dalam upaya menghentikan pengungsi yang menyebrang ke Yunani untuk mencapai negara-negara Eropa yang lebih makmur, negara-negara Uni Eropa tahun lalu telah menjanjikan bantuan sebesar 3,3 milyar dolar untukmembantu pengungsi Suriah di Turki.

Dalam wawancara yang diterbitkan hari Rabu (17/2) di suratkabar Jerman "Bild," Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan Eropa sedang membuat kemajuan dalam menangani krisis migran dan memuji Merkel karena mempertahankan kebijakan jangka panjang di tengah banyaknya kecaman. Juncker mengatakan sejarah akan membuktikan bahwa Merkel dan kebijakan pengungsi yang bersifat liberal itu benar.

Pemimpin-pemimpin Uni Eropa akan menyelenggarakan KTT di Brussels hari Kamis dan Jum’at, di tengah perbedaan tajam tentang kebijakan migran. Sikap pintu terbuka yang diterapkan Merkel pada para migran dan pengungsi telah mendapat tekanan kuat dari luar dan dalam negeri, termasuk dari dalam blok konservatif Merkel sendiri. [em/ii]

XS
SM
MD
LG