Tautan-tautan Akses

AS

Austria akan Tarik Pasukannya dari Misi PBB di Golan

  • Margaret Besheer

Seorang petugas perdamaian PBB dengan teropongnya melihat pertempuran antara pasukan pemerintah dan pemberontak Suriah dari Dataran Tinggi Golan (7/6)

Seorang petugas perdamaian PBB dengan teropongnya melihat pertempuran antara pasukan pemerintah dan pemberontak Suriah dari Dataran Tinggi Golan (7/6)

Austria mengatakan akan menarik pasukannya dari Misi PBB di Dataran Tinggi Golan yang semakin berbahaya, ketika pasukan pemerintah Suriah dan pemberontak terlibat dalam pertempuran sengit di wilayah antara Suriah dan Israel.

Misi Pemantau PBB, yang dikenal dengan singkatan UNDOF, merupakan salah satu misi yang paling damai sejak dibentuk tahun 1974 untuk memantau gencatan senjata yang rapuh antara Suriah dan Israel.

Tetapi dengan memburuknya konflik Suriah, wilayah dengan 900 pasukan patroli bersenjata ringan itu semakin berbahaya. Selain ditangkapnya beberapa pasukan penjaga perdamaian dalam baku tembak antara pemerintah dan oposisi bersenjata, beberapa lainnya juga pernah diculik sebentar.

Kroasia telah menarik pasukannya dari misi itu, sehingga tinggal menyisakan Filipina, India dan Austria.

Juru bicara PBB Martin Nesirky mengatakan menteri luar negeri Austria secara pribadi menelepon Sekretaris-Jenderal Ban Ki-moon hari Kamis dan memberitahunya tentang keputusan pemerintah Austria untuk menarik 377 tentara penjaga perdamaian - sekitar sepertiga dari kekuatan UNDOF.

"Austria jelas merupakan komponen penting dari misi, dan penarikan pasukannya akan berdampak pada kapasitas operasional misi. Rekan-rekan pasukan pemelihara perdamaian tengah berunding dengan mereka mengenai waktu penarikan dan juga dengan negara-negara kontributor pasukan lainnya untuk menyediakan pasukan pengganti. Tentu saja, sekretaris jenderal prihatin dengan potensi konsekuensi dari penarikan semacam itu terhadap operasi penjaga perdamaian dan juga terhadap keamanan regional, dan karena itu ia jelas-jelas menyayangkan keputusan yang telah diambil,” kata Nesirky.

Keputusan Austria itu bisa membuat India dan Filipina mempertimbangkan kembali apakah mereka akan tetap membiarkan tentara mereka dalam bahaya. Sementara itu, perlu dicari negara-negara kontributor pasukan baru untuk menggantikan Austria, jika tidak misi yang telah berlangsung hampir 40 tahun itu bisa dalam bahaya.

Duta Besar Inggris Mark Lyall Grant, yang mengetuai Dewan Keamanan PBB bulan ini, memberitahu wartawan tentang pertemuan calon negara-negara contributor yang akan berlangsung Kamis dan dewan mungkin akan mendapatkan penjelasan dari departemen penjaga perdamaian pada hari Jumat. Dia menambahkan bahwa para anggota dewan menganggap UNDOF sebagai misi yang sangat penting dan mereka ingin meneruskan misi itu.
XS
SM
MD
LG