Tautan-tautan Akses

Protes Eksekusi, Australia Tarik Duta Besar dari Indonesia


PM Tony Abbott memanggil pulang Duta Besar Australia di Indonesia, sebagai protes atas eksekusi dua warganya (foto: dok).

PM Tony Abbott memanggil pulang Duta Besar Australia di Indonesia, sebagai protes atas eksekusi dua warganya (foto: dok).

Australia menarik duta besarnya di Indonesia sebagai protes atas eksekusi dua terdakwa penyelundup narkoba warga Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Dua warga Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran telah dieksekusi dengan ditembak bersama enam narapidana lain yang berasal dari Brazil, Nigeria dan Indonesia. Pihak berwenang di Jakarta mengatakan hukuman itu merupakan bagian penting dalam perang melawan perdagangan narkoba.

Bagi para pendukungnya, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran telah menebus kejahatan yang mereka lakukan ketika berupaya menyelundupkan lebih dari delapan kilogram heroin dari Indonesia ke Australia.

Selama hampir sepuluh tahun menunggu pelaksanaan hukuman mati, Chan telah menjadi pastur Kristen, sementara Sukumaran menjadi seniman. Meskipun telah beberapa kali mengajukan permohonan grasi, kedua laki-laki itu tetap dieksekusi oleh regu tembak Rabu dini hari (29/4) di Nusakambangan, Cilacap.

Pemerintah Brazil juga menyampaikan “penyesalan mendalam” atas eksekusi terhadap Rodrigo Gularte, yang menurut keluarganya menderita sakit jiwa.

Di Australia, terjadi gelombang kemarahan karena permohonan grasi yang diajukan pemerintah tidak diacuhkan dan Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengatakan duta besarnya di Indonesia dipanggil pulang untuk memprotes hal itu.

“Ini benar-benar luar biasa, tidak pernah ada duta besar yang dipanggil pulang, jadi saya tidak ingin mengecilkan dampak atas apa yang kami lakukan. Hubungan pada tingkat menteri telah ditangguhkan untuk sementara waktu setelah jelas bahwa eksekusi itu akan tetap dilaksanakan,” kata Abbott.

Meskipun menunjukkan ketidaksenangannya dengan eksekusi itu, Australia mengakui bahwa hubungannya dengan Indonesia adalah salah satu hubungan yang paling penting. Hubungan ekonomi merupakan hal penting, seperti juga usaha bilateral dalam melawan ekstremis setelah 88 warga Australia tewas dalam pemboman di Bali bulan Oktober 2002.

Indonesia mengatakan eksekusi itu penting sebagai bagian dari perang melawan narkoba.

Tetapi seorang senator independen Australia, Nick Xenophon menuduh Presiden Joko Widodo memerintahkan eksekusi itu untuk meningkatkan popularitasnya di dalam negeri.

"Presiden Joko Widodo adalah seorang pemimpin yang sangat lemah, yang berupaya meningkatkan popularitasnya di Indonesia dengan menyetujui eksekusi tersebut,” kata Xenophon.

Seorang terhukum perempuan dari Filipina mendapat penangguhan hukuman mati pada saat-saat terakhir, setelah seorang perempuan yang diduga menipunya untuk membawa narkoba ke Indonesia, melapor ke polisi Filipina.

Sementara warga negara Perancis, Sergei Arezky Atloui, yang semula akan dieksekusi bersama kedelapan terdakwa itu, juga mendapat penangguhan sementara setelah pemerintah Indonesia setuju untuk membiarkan proses banding berjalan terus.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG