Tautan-tautan Akses

Australia Tahan 125 Pencari Suaka Terkait Kerusuhan di Nauru


Dalam foto yang dirilis oleh Departemen Imigrasi dan Kewarganegaraan Australia, Jumat (19/7) ini, nampak para pekerja tengah berupaya memadamkan sisa-sisa kebakaran pasca kerusuhan di pusat penahanan Australia yang dikelola di Nauru. Kerusakan yang timbul akibat kerusuhan di pusat penahanan ini diperkirakan mencapai US$55 miliar.

Dalam foto yang dirilis oleh Departemen Imigrasi dan Kewarganegaraan Australia, Jumat (19/7) ini, nampak para pekerja tengah berupaya memadamkan sisa-sisa kebakaran pasca kerusuhan di pusat penahanan Australia yang dikelola di Nauru. Kerusakan yang timbul akibat kerusuhan di pusat penahanan ini diperkirakan mencapai US$55 miliar.

Sekitar 125 pencari suaka ditahan polisi pasca kerusuhan di negara pulau Nauru, Jumat malam (19/7).

Menteri Imigrasi Australia Tony Burke hari Minggu mengatakan para pencari suaka di negara pulau Nauru, tidak dikecualikan dari undang-undang Pidana Australia setelah hari Jumat (19/7) terlibat dalam kerusuhan, yang menimbulkan kerusakan berat pada sebuah pusat penahanan milik Australia di Nauru.

Sekitar 125 pencari suaka ditahan polisi setelah kerusuhan Jumat malam, dimana sebagian besar blok akomodasi, fasilitas medis, dan kantor-kantor lain fasilitas itu terbakar.

Dalam kerusuhan itu para pencari suaka yang melakukan protes melemparkan batu ke arah penjaga dan polisi yang menggunakan pentungan dan perisai. Delapan pencari suaka dirawat di rumah sakit.

Sebagian besar demonstran diduga adalah pencari suaka dari Iran, Palestina, Lebanon, dan Irak, yang marah karena merasa bahwa pemrosesan permohonan suaka mereka terlalu lamban.

Australia membayar Nauru dan Papua Nugini untuk menampung sementara para pencari suaka yang datang ke Australia menggunakan perahu. Permohonan suaka mereka dipertimbangkan di kamp-kamp penahanan di Nauru dan Papua Nugini.

Untuk menangkal kedatangan pencari suaka dengan perahu pada masa depan, Australia mengumumkan bahwa sejak hari Jumat semua pengungsi yang datang dengan perahu akan dimukimkan secara permanen di Papua Nugini.
XS
SM
MD
LG