Tautan-tautan Akses

Australia Peringati Seabad Perang Dunia I


Kepala pasukan pertahanan Selandia Baru dan Australia dalam upacara peringatan seabad Perang Dunia I di Anzac Peace Park, Albany, Australia.

Kepala pasukan pertahanan Selandia Baru dan Australia dalam upacara peringatan seabad Perang Dunia I di Anzac Peace Park, Albany, Australia.

Ribuan orang telah berkumpul di Albany, Australia Barat untuk melakukan pawai dan upacara mengenang pahlawan Australia dan Selandia Baru.

Puluhan ribu orang membanjiri kota pesisir Albany di Australia Barat untuk memperingati pelepasan armada pertama pasukan ke medan pertempuran Perang Dunia I.

Tentara-tentara ini menjadi bagian dari legenda Anzac atau Korps Angkatan Darat Australia dan Selandia Baru -- yang tercipta dari kekalahan mengenaskan di Gallipoli yang sekarang disebut Turki.

Seratus tahun yang lalu kota Albany, yang terletak di selatan Perth dan dikenal dengan kegiatan perburuan ikan paus ini, menjadi tempat terakhir yang dilihat banyak lelaki muda yang pergi berlayar untuk berperang. Sebanyak 30.000 tentara melakukan perjalanan menuju konflik yang letaknya jauh dari Albany.

Banyak yang berlabuh di pantai Gallipoli, tempat Australia dan Selandia Baru, dua negara bekas jajahan Inggris, berperang untuk pertama kalinya sebagai negara merdeka.

Pertumpahan darah besar-besaran terjadi di medan pertempuran. Pasukan Inggris, Perancis dan Turki mengalami korban yang besar, sementara lebih dari 8,000 pasukan Australia tewas di Gallipoli. Hampir 3.000 tentara Selandia Baru juga tewas.

Guberbur Jenderal Australia, Sir Peter Cosgrove, mengatakan ketika berangkat dari Albany seabad yang lalu, tidak banyak tentara itu yang membayangkan kengerian yang menunggu mereka.

“Ada rasa takut dan ragu. Saya kira, ada juga rasa gembira karena desas-desus waktu itu bahwa perang akan segera berakhir. Ada pendapat naif bahwa Jerman akan segera dikalahkan dan semua orang akan pulang untuk merayakan Natal, dan ada semacam perasaan bahwa mereka harus bergegas supaya dapat ikut mengalami kegembiraan itu," ujarnya.

"Tentu saja ada tentara yang lebih tua dan lebih bijak yang berpikir bahwa mungkin tidak demikian halnya. Tetapi saya bayangkan bahwa pada saat keberangkatan, banyak yang berpikir bahwa mereka akan pulang dalam beberapa bulan.”

Banyaknya korban yang jatuh di pihak sekutu dalam peperangan Galipoli pada 1915, ditambah keberanian pasukan yang berperang, menjadi legenda di Australia dan Selandia Baru.

Banyak yang menganggap kekalahan ini sebagai bagian dari proses bertumbuhnya negara baru ini dan membangun karakter nasional kedua negara Pasifik yang bertetangga ini.

Ribuan orang telah berkumpul di Albany, Australia Barat untuk melakukan pawai dan upacara mengenang pahlawan Anzac.

Pengorbanan mereka juga diperingati setiap 25 April. Hari Anzac menjadi peringatan nasional terbesar bagi Australia dan Selandia Baru.

XS
SM
MD
LG