Tautan-tautan Akses

Penyakit Menular Seksual Ancam Koala di Australia


Para ilmuwan Australia meneliti koloni koala yang berjuang hidup dan berharap bisa menyelamatkan binatang populer tersebut yang jumlahnya semakin berkurang di negara tersebut.

Para peneliti di University of Queensland harus memanjat pohon untuk mempelajari koala sehat dalam koloni hewan ini. Mereka harus menaiki pohon yang tinggi untuk mendokumentasikan kehidupan dan perilaku hewan itu. Tujuannya adalah untuk membantu menyelamatkan koala lainnya yang terancam oleh penyakit.

Seekor koala kadang-kadang disebut "beruang" karena kelihatan mirip dengan hewan itu. Tetapi koala sebenarnya berbeda, dan merupakan hewan asli Australia.

Meskipun disebut “beruang,” hewan itu sebenarnya jenis marsupial, yang terkait dengan kanguru dan opossum atau sejenis tupai. Koala bertahan hidup dengan makan daun dari pohon eucalyptus.

Para peneliti mengatakan koala di beberapa bagian negara itu menderita penyakit yang disebut klamidia, yakni penyakit yang menular karena hubungan seks. Penyakit ini menyebabkan kebutaan dan ketidakmampuan koala betina untuk bereproduksi. Para pakar percaya unsur genetika kemungkinan menjadi sebagian penyebab penyakit itu.

Koala yang sehat di Australia timur laut ditangkap dan diperiksa untuk membantu tim peneliti mempelajari mengapa koala di wilayah itu tidak menderita penyakit tersebut. Para peneliti terutama tertarik dengan bayi-bayi koala yang disebut joey. Setelah koala betina melahirkan, ia membawa bayi yang baru lahir itu dalam kantongnya selama enam bulan.

Selain klamidia, ancaman lain terhadap koala termasuk pencemaran air, hilangnya habitat hewan itu, dan kematian di jalan akibat tertabrak mobil.

Studi mengenai koala ini akan berlangsung bertahun-tahun di seluruh wilayah seluas 63.000 hektar yang dihuni oleh koala di Australia.
XS
SM
MD
LG