Tautan-tautan Akses

Australia Khawatir Semakin Banyak Perahu Pengungsi Berdatangan


Para pencari suaka dari Sri Lanka tujuan Australia terlihat berada dalam perahu mereka di dekat perairan Dili, Timor Leste (foto: dok).

Para pencari suaka dari Sri Lanka tujuan Australia terlihat berada dalam perahu mereka di dekat perairan Dili, Timor Leste (foto: dok).

Australia khawatir akan semakin banyak perahu pengungsi mencapai garis pantainya, menyusul datangnya kapal para pencari suaka di pelabuhan di utara Perth tanpa terdeteksi.

Pemerintah di Canberra telah meminta dilakukan kaji-ulang tentang bagaimana sebuah perahu yang diduga membawa 66 pencari suaka dari Sri Lanka berhasil mencapai daratan Australia tanpa terdeteksi.

Perahu tersebut adalah perahu kedua yang ditumpangi pencari suaka yang mencapai daratan Australia dalam lima tahun terakhir.

Para pejabat imigrasi mengatakan itu adalah kasus yang tidak biasa. Penyelidikan sedang berlangsung untuk mengetahui apakah Australia perlu mengubah cara melakukan patroli perbatasan di Samudera Hindia yang mengelilingi pantai barat laut negara itu.

Sementara itu, partai konservatif yang beroposisi menuduh Pemerintah Partai Buruh kehilangan kontrol terhadap perbatasan negara. Anggota oposisi di parlemen mengatakan kedatangan perahu itu adalah "bencana" bagi strategi pengawalan perbatasan negara. Mereka bersikeras garis pantai barat laut Australia yang luas itu sangat buruk pengamanannya dan memperkirakan bakal ada lagi perahu pencari suaka mencoba untuk mencapai daratan di sana.

Demikian pandangan dari Jehan Perera dari Dewan Perdamaian Nasional Sri Lanka. Dia mengatakan kedatangan perahu itu di pelabuhan Geraldton Australia Barat akan mendorong pencari suaka lainnya untuk mencoba perjalanan laut yang panjang itu.

“Ini akan menjadi pendorong. Maksud saya fakta bahwa beberapa orang berhasil melewatinya, ini akan mengirim pesan ke orang lain yang juga akan berpikir meninggalkan Sri Lanka untuk mengadu nasib mereka,” kata Jehan Perera.

Tuduhan-tuduhan adanya penindasan bernuansa politis mendorong suku Tamil pencari suaka mencoba untuk mencari suaka di Australia.

Upaya bersama oleh pemerintah Australia dan Sri Lanka telah mengurangi jumlah pencari suaka yang mencoba untuk menyeberangi Samudera Hindia.

Dalam beberapa tahun terakhir, arus pencari suaka tiba di perairan utara Australia telah mendorong pemerintah untuk membuka kembali kamp-kamp pemrosesan lepas pantai di Papua Nugini dan Nauru.

Di Melbourne, para pengungsi di Fasilitas Penahanan Broadmeadows memasuki hari ke-empat aksi mogok makan. Kebanyakan adalah orang Tamil, yang menghadapi penahanan tanpa batas waktu setelah badan-badan intelijen Australia mengkategorikan mereka sebagai ancaman terhadap keamanan nasional.

Tapi Trevor Grant, dari Dewan Pengungsi Tamil, yakin bahwa para tahanan itu telah secara tidak adil dicap sebagai ekstremis.

Departemen Imigrasi Australia mengatakan para pengungsi itu memiliki akses terhadap makanan, air dan perawatan kesehatan setiap saat.

Di Melbourne, lebih dari 25 pencari suaka masih melanjutkan aksi mogok makan yang dimulai hari Minggu. Sementara para pelaku mogok makan berjanji untuk melanjutkan protes mereka, Menteri Imigrasi Brendan O'Connor mengatakan ia tidak akan tunduk pada tekanan itu.
XS
SM
MD
LG