Tautan-tautan Akses

Australia, Indonesia, Malaysia Uji Coba Metode Baru Pelacakan Pesawat

  • Associated Press

Awak pesawat Malaysia Airlines menuju aula pemberangkatan di Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur (29/1). (AP/Joshua Paul)

Awak pesawat Malaysia Airlines menuju aula pemberangkatan di Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur (29/1). (AP/Joshua Paul)

Metode baru tersebut akan memungkinkan pesawat untuk dilacak setiap 15 menit, tidak seperti sebelumnya antara 30 sampai 40 menit.

Australia, Indonesia dan Malaysia akan memimpin uji coba metode baru untuk melacak pesawat di lautan-lautan terpencil yang memungkinkan pesawat lebih mudah ditemukan jika menghilang seperti Malaysia Airlines bernomor penerbangan MH370, menurut Menteri Perhubungan Australia, Minggu (1/3).

Pernyataan itu muncul seminggu sebelum peringatan satu tahun menghilangnya MH370 saat terbang tahun lalu dari Kuala Lumpur ke Beijing dengan 239 orang di dalamnya. Tidak ada jejak yang ditemukan dari pesawat tersebut.

Airservices Australia, badan pemerintah yang mengelola jalur udara negara tersebut, akan bekerjasama dengan mitra-mitra dari Malaysia dan Indonesia untuk mencoba metode baru tersebut, yang akan memungkinkan pesawat untuk dilacak setiap 15 menit, tidak seperti sebelumnya antara 30 sampai 40 menit. Menteri Perhubungan Australia mengatakan pelacakan itu akan meningkat menjadi 5 menit atau kurang jika ada penyimpangan dalam pergerakan pesawat.

Uji coba itu diperkirakan akan menggunakan teknologi posisi berbasis satelit yang sudah ada dalam 90 persen pesawat jarak jauh yang mengirimkan posisi terkini pesawat dan dua posisi yang direncanakan berikutnya, menurut kepala Airservices Australia, Angus Houston, yang membantu memimpin pencarian MH370.

Uji coba itu akan meningkatkan frekuensi pelaporan otomatis posisi pesawat, memungkinkan para pengatur lalu lintas udara untuk melakukan pemantauan yang lebih baik, ujar Houston.

"Ini langkah penting untuk meningkatkan secara cepat cara memantau pesawat sambil mengembangkan solusi yang lebih komprehensif," ujarnya.

Tidak ada persyaratan untuk pelacakan saat itu juga (real-time) dari pesawat komersial dan sejak MH370 hilang, para regulator keselamatan udara dan maskapai penerbangan telah mencoba menyepakati bagaimana pesawat seharusnya dipantau secara ekstensif.

Pesawat Boeing 777 itu menyimpang jauh dan menghilang dari radar tak lama setelah terbang pada 8 Maret.

Sebuah tim ahli internasional yang menganalisis serangkaian transmisi per jam antara pesawat itu dan sebuah satelit menyimpulkan bahwa pesawat itu terbang selama tujuh jam setelahnya sebelum jatuh di suatu tempat dalam wilayah 60.000 kilometer persegi di Samudera Hindia yang terpencil. Sebuah pencarian yang ekstensif dan panjang di wilayah itu masih berlangsung, namun belum menghasilkan apa pun.

Houston mengingatkan bahwa metode baru yang diuji coba ini tidak otomatis memungkinkan para pengatur lalu lintas udara memantau MH370, yang peralatan transponder dan alat pelacak lainnya mati selama penerbangan, ke titik mereka jatuh.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG