Tautan-tautan Akses

Australia Imbau Burma Dukung Pembangunan di Rakhine

  • Ron Corben

Menteri Luar Negeri Australia Bob Carr, kiri, bersama Menteri Luar Negeri Thailand Surapong Tovichakchaikul dalam pertemuan di Kementrian Luar Negeri di Bangkok (foto, 21/2/2013).

Menteri Luar Negeri Australia Bob Carr, kiri, bersama Menteri Luar Negeri Thailand Surapong Tovichakchaikul dalam pertemuan di Kementrian Luar Negeri di Bangkok (foto, 21/2/2013).

Menlu Australia Bob Carr mengimbau Burma agar mendukung pembangunan lokal di negara bagian Rakhine dan bekerja sama dengan penduduk di sana guna mencari solusi konflik sektarian di kawasan tersebut.

Menteri Luar Negeri Australia Bobb Carr berbicara kepada para wartawan hari Kamis seusai pertemuannya dengan Menlu Thailand Surapong Tovichakchaikul. Carr mengatakan solusi bagi konflik agama antara umat Buddha dan Muslim di negara bagian Rakhine, Burma, harus dicapai pada tingkat lokal.

Lebih dari 115.000 Muslim Rohingya dan Buddha terpaksa hidup di kamp-kamp darurat di Rakhine setelah kekerasan agama tahun lalu yang menewaskan hingga 200 orang dan menghanguskan ratusan rumah dan toko karena dibakar.

Ribuan warga Rohingya, termasuk perempuan dan anak-anak, mengambil risiko dengan berlayar – seringkali naik kapal yang tidak aman – dengan harapan sampai ke sejumlah tujuan di Asia Tenggara, seperti Thailand dan Malaysia. Kelompok-kelompok HAM mengatakan ratusan pengungsi hilang di laut.

Menteri Carr mengatakan, “Kami membahas hal itu dan sepakat bahwa jawaban atas masalah pengungsian orang-orang yang putus asa dari kampung halamannya ini adalah penyelesaian dari dalam kawasan itu sendiri, karena mereka semua masih ingin tinggal di Rakhine. Pihak lain tidak bisa menyelesaikannya bagi mereka. Solusinya membutuhkan penyelesaian dari sisi kemanusiaan di dalam Rakhine yang menjawab isu tentang status kewarganegaraan mereka dan menyatukan mereka ke dalam ekonomi.”

Carr, yang sedang melawat ke Laos dan Thailand, mengatakan, Australia menyediakan 2,5 juta dollar tambahan bantuan bagi Burma – separuhnya untuk bantuan kemanusiaan di Rakhine, terutama tempat penampungan, akses ke air bersih dan sanitasi.

Australia juga akan menyediakan bantuan bernilai hampir 770.000 dollar untuk negara bagian Kachin. Ribuan orang di sana kehilangan tempat tinggal akibat bentrokan selama berbulan-bulan antara militer Burma dan gerilyawan Kachin setelah pihak militer pada Juni 2011 melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sudah berjalan lama.

Perundingan damai tahap pertama sudah berlangsung antara militer dan pemberontak itu.

Tetapi, fokus utama Carr adalah bantuan bagi warga Muslim Rohingya.

Utusan HAM PBB untuk Burma baru-baru ini menggambarkan kondisi sanitasi di kamp-kamp sebagai “tidak memadai”.

Thailand telah menampung hingga 2.000 orang Rohingya yang kini ditempatkan di kamp-kamp sementara. Pemerintah Thailand mengijinkan mereka tinggal di negaranya untuk enam bulan. Sejumlah orang lainnya telah diselundupkan lewat perbatasan masuk ke Malaysia. Beberapa personil militer Thailand diduga membantu gang-gang perdagangan manusia.

Carr mengatakan, ia menyambut baik upaya Presiden Burma, Thein Sein, untuk memulihkan keamanan di Rakhine dan mengatasi “berbagai dimensi politik yang mendasari” apa yang disebutnya “isu yang sulit tersebut.”

Tetapi, Menlu Australia itu menegaskan solusi bagi komunitas di Rakhine berada di tingkat lokal, dan mengatakan jumlah pengungsi terlalu besar untuk diurus dalam sebuah program pengungsi atau pencari suaka.
XS
SM
MD
LG