Tautan-tautan Akses

Australia Berupaya Kukuhkan Laporan Terkait 2 Warganya Yang Tewas di Irak


Peta wilayah Mosul (Foto: dok).

Peta wilayah Mosul (Foto: dok).

Keluarga Khaled Sharrouf dan Mohamed Elomar mengatakan kepada media di Australia, kedua pria itu tewas akibat serangan pesawat tak berawak di kota Mosul pekan lalu.

Australia berusaha mengukuhkan laporan-laporan yang menyebutkan bahwa dua dari warganya yang masuk daftar anggota ISIS yang paling dicari negara itu tewas di Irak.

Keluarga Khaled Sharrouf dan Mohamed Elomar mengatakan kepada media di Australia, kedua pria itu tewas akibat serangan pesawat tak berawak di kota Mosul pekan lalu.

Khaled Sharrouf dan Mohamed Elomar adalah dua dari puluhan warga negara Australia yang bergabung dengan kelompok-kelompok ekstrimis di Timur Tengah. Keduanya meninggalkan Sydney dan pergi ke Suriah pada 2013. Australia mengeluarkan surat penangkapan terhadap mereka setahun kemudian.

Sepuluh tahun lalu, Sharrouf dipenjarakan karena terlibat dalam konspirasi terorisme terbesar yang pernah terjadi di Australia. Meski ia mendekam hampir empat tahun di penjara, keradikalannya tidak menyusut.

Ia diburu pihak berwenang di Canberra karena diduga terlibat dalam aksipenembakan seorang pejabat Irak di luar kota Mosul. Ia mulai dikenal masyarakat internasional tahun lalu setelah mengunggah gambar-gambar di Twitter yang menunjukkan anaknya yang berusia tujuh tahun sedang memegang penggalan kepala tentara Suriah.

Elomar juga terkenal aktif di media sosial. Fotonya yang menunjukkan ia sedang memegang sejumlah kepala tentara pro-Suriah yang dipenggal pernah diposkan di media sosial.

Ada kekhawatiran kedua pria asal Sydney ini menggunakan internet dalam usaha merekrut lebih banyak relawan untuk membantu ISIS berperang di Timur Tengah.

"Kedua orang itu sangat aktif di media sosial. Kita pernah melihat Khaled Sharrouf dan putra-putranya memegang penggalan kepala tentara yang sudah rusak. Meski terdengar tidak masuk akal, memegang penggalan kepala bisa menjadi daya tarik bagi sejumlah orang untuk bergabung,” kata Clarke Jones, pakar kontra-terorisme di Universitas Nasional Australia.

Presiden Asosiasi Perempuan Muslim Australia, Silma Ihram, sependapat dengan Jones. Kepada Radio Australia, ia mengatakan, ia khawatir kematian kedua orang itu justru malah meningkatkan potensi ISIS untuk merekrut lebih banyak pendukungnya.

Pakar terorisme Greg Barton, dari Universitas Monash, mengatakan, pemerintah harus hati-hati dalam menggambarkan kiprah Sharrouf dan Elomar. Pemerintah jangan sampai membuat masyarakat -- khususnya warga Muslim – memandang kedua pria tadi sebagai martir.

Pemerintah katanya, harus bisa menggambarkan mereka sebagai dua pemuda yang agresif yang bertindak bodoh dan mementingkan diri sendiri.

Para pejabat di Canberra mengatakan, mereka sedang berusaha mengukuhkan laporan-laporan soal kematian kedua pria tersebut.

Australia telah meningkatkan kesiagaan domestiknya sejak September tahun lalu dan melangsungkan serangkaian penggerebekan kontra-terorisme. Beberapa rencana serangan teroris berhasil digagalkan tahun ini.

Pemerintah saat ini sedang mempersiapkan undang-undang yang bisa mencabut status kewarganegaraan orang-orang Australia yang berkewarganegaraan ganda bila diketahui terlibat terorisme.

Pihak berwenang memperkirakan lebih dari 100 warga Australia bergabung dengan kelompok-kelompok militan di Irak dan Suriah.

XS
SM
MD
LG