Tautan-tautan Akses

Australia Akan Kelola Rumah Sakit Ebola di Sierra Leone


Para petugas medis mengangkat korban virus Ebola di Waterloo, Freetown, Sierra Leone, 21 Oktober 2014 (Foto: dok).

Para petugas medis mengangkat korban virus Ebola di Waterloo, Freetown, Sierra Leone, 21 Oktober 2014 (Foto: dok).

Australia mengubah sikapnya karena Inggris berjanji untuk menjamin pengobatan petugas medis Australia yang tertular Ebola.

PM Australia Tony Abbott mengatakan hari Rabu (5/11), pemerintahannya berencana mengelola sebuah rumah sakit Ebola yang dibangun Inggris di Sierra Leone, menjelang akhir bulan ini.

Hal itu dilakukan setelah dicapainya persetujuan dengan Inggris tentang pengobatan para petugas medis Australia yang mungkin tertular penyakit maut itu.

Selama berminggu-minggu, Australia telah menolak permintaan AS dan Inggris untuk mengirim tim-tim medis ke Afrika Barat guna memerangi Ebola, yang telah membunuh hampir lima ribu orang, sebagian besar di negeri-negeri yang dilanda paling parah, yaitu Sierra Leone, Liberia dan Guinea.

Tetapi PM Tony Abbott mengutarakan hari Rabu (5/11), sementara pemerintahannya tidak mewajibkan para petugas kesehatan negara itu ke Afrika, Australia kini siap menyeponsori tim dokter dan juru rawat yang secara sukarela berangkat ke sana. Abbott mengatakan, Australia mengubah sikapnya karena Inggris berjanji untuk menjamin pengobatan petugas medis Australia yang tertular Ebola.

Menurut Abbott, warga Australia adalah di antara 240 orang yang dibutuhkan untuk mengoperasikan rumah sakit berkapasitas seratus tempat tidur itu, tetapi kebanyakan pekerjanya dari Sierra Leone.

XS
SM
MD
LG