Tautan-tautan Akses

Australia akan Gunakan Kapal Selam Mini untuk Cari Pesawat MH370


Bluefin 21, kendaraan bawah laut otonom Artemis (AUV), diangkat ke atas kapal Australia Ocean Shield setelah berhasilnya uji coba di Samudera Hindia bagian selatan (Foto: dok).

Bluefin 21, kendaraan bawah laut otonom Artemis (AUV), diangkat ke atas kapal Australia Ocean Shield setelah berhasilnya uji coba di Samudera Hindia bagian selatan (Foto: dok).

Kapal selam kecil tersebut akan menggunakan sistem sonar untuk mencari pecahan perekam penerbangan pesawat di dasar Samudera Hindia.

Kepala tim pencarian pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 mengatakan kapal Australia akan menggunakan kapal selam mini tanpa awak "secepat mungkin" untuk menentukan apakah sinyal-sinyal yang terdeteksi oleh peralatan pencari lokasi suara memang datang dari jet yang hilang itu.

Angus Houston, yang memimpin Pusat Koordinasi Lembaga Gabungan Australia, mengatakan Senin (14/4) bahwa kapal Ocean Shield akan berhenti menarik alat pencari bunyi 'ping' milik Angkatan Laut AS dan meluncurkan kendaraan bawah laut Bluefin 21 hari ini.

Houston mengatkaan pada konferensi pers di Perth, "Kami belum mendapatkan deteksi lagi dalam enam hari, jadi saya kira sekarang saatnya kita ke bawah laut."

Kapal selam kecil itu akan menggunakan sistem sonar untuk memetakan pecahan apapun dalam pencarian perekam penerbangan pesawat di dasar Samudera Hindia.

Houston juga mengatakan tumpahan minyak ditemukan di wilayah itu Minggu malam, namun perlu waktu beberapa hari sampai asal minyak itu dapat ditentukan.

Pihak berwenang telah memperingatkan bahwa para penyelidik akan kehilangan sumber pendeteksi utama ketika baterai transmisi perekam penerbangan kehilangan dayanya. Baterai-baterai itu dirancang untuk beroperasi selama 30 hari, atau mungkin sedikit lebih lama. Pesawat itu hilang 38 hari lalu.

Perdana Menteri Australia Tony Abbott terus menyuarakan kehati-hatian, menekankan bahwa upaya untuk menemukan apapun hampir 5 kilometer di bawah permukaan Samudera Hindia, ribuan kilometer dari daratan, adalah tugas berat yang sepertinya tak akan berakhir dengan cepat.

Pesawat Boeing 777 dengan 239 orang di dalamnya itu hilang 8 Maret dalam penerbangan terjadwal dari Kuala Lumpur ke Beijing. Dua pertiga penumpang adalah warga China.

Surat kabar Malaysia yang pro-pemerintah, New Straits Times, mengatakan para penyelidik menduga ko-pilot mencoba membuat panggilan ponsel setelah pesawat melenceng dari tujuan awal.

Media tersebut mengatakan para penyelidik yakin panggilan itu berakhir tiba-tiba setelah melakukan kontak dengan menara komunikasi, saat pesawat jet itu terbang pada ketinggian rendah di barat laut pulau Penang. Surat kabar itu mengatakan sumber-sumber mereka menolak menceritakan siapa yang dicoba ditelepon oleh ko-pilot.

Menteri Pertahanan Malaysia Hishammuddin Hussein telah meragukan laporan tersebut, dengan mengatakan pada wartawan bahwa ia tentu saja akan diinformasikan jika panggilan telepon itu memang terjadi.
XS
SM
MD
LG