Tautan-tautan Akses

ATM Cupcake Dibuka di New York


Seorang perempuan mengambil cupcake marshmallow coklat dari Cupcake ATM di Sprinkles Cupcake Bakery di Manhattan, New York City (26/3). (Reuters/Mike Segar)

Seorang perempuan mengambil cupcake marshmallow coklat dari Cupcake ATM di Sprinkles Cupcake Bakery di Manhattan, New York City (26/3). (Reuters/Mike Segar)

Sebuah mesin penjual 24-jam yang mengeluarkan cupcake dibuka untuk umum di daerah Manhattan, dan warga setempat mengantre meski cuaca dingin untuk mencicipinya.

Warga New York, kota yang disebut tidak pernah tidur, sekarang dapat memuaskan keinginan mereka akan kue mangkok atau cupcake pada jam berapa pun.

Sebuah mesin penjual 24-jam yang mengeluarkan cupcake dibuka untuk umum minggu ini di daerah Upper East Side di Manhattan, dan warga setempat mengantre meski cuaca dingin untuk mencicipinya.

"Sangat menyenangkan," ujar Melissa Martelli, seorang guru sekolah yang memakan cupcake bertabur gula kayu manis yang dibelinya dari mesin tersebut.

"Bisa saja membeli di toko, tapi ini keren sekali."

Meski ada toko cupcake Sprinkles yang terhubung dengan mesin ATM tersebut, dan banyaknya toko-toko 24 jam, para pembeli mengatakan mesin cupcake itu memiliki daya tarik yang baru.

"Pengalaman membeli cupcake dari ATM adalah konsep yang hebat," ujar Amy Benaderet, seorang manajer keuangan yang tinggal dekat lokasi. "Kita bisa mengambil uang kapan saja. Sekarang kita dapat membeli cupcake kapan saja."

Dengan harga US$4,25 satu potong, pilihan kue termasuk coklat, kelapa, vanila, red velvet dan lemon.

Perusahaan berusia sembilan tahun yang membuat mesin tersebut, Sprinkles, juga telah membuka mesin-mesin cupcake di Las Vegas, Dallas, Chicago, Atlanta dan Beverly Hills, California, tempat perusahaan terpusat, dan berencana berekspansi ke Houston dan Washington, D.C.

ATM di New York menyimpan 760 kue dan bisa mengeluarkan sampai empat kue sekali waktu.

Ada juga yang berpendapat mesin itu bodoh.

"Tidak masuk akal. Orang tidak perlu cupcake pada jam 3 pagi," ujar Anthony Campagne, pekerja perusahaan teknologi yang mengamati para koleganya mengantre membeli kue. (Reuters)
XS
SM
MD
LG