Tautan-tautan Akses

Atlet Putri Balas Kritikan Terhadap Tubuh Mereka


Atlet heptatlon Inggris, Jessica Ennis, tak luput dari cemoohan yang mengatakan tubuhnya terlalu gemuk. (Foto: Reuters)

Atlet heptatlon Inggris, Jessica Ennis, tak luput dari cemoohan yang mengatakan tubuhnya terlalu gemuk. (Foto: Reuters)

Para atlet perempuan di Olimpiade mengecam pihak-pihak yang menyoroti bobot tubuh dan menuduh mereka gemuk.

Atlet angkat besi asal Amerika Serikat, Holley Mangold, memiliki berat badan 157 kilogram dan ia bangga menjadi perempuan dengan bobot paling berat pada Olimpiade London.

Mangold, 22, yang berkompetisi dalam nomor putrid 75 kilogram plus, merupakan salah satu dari atlet putri yang semakin banyak menyuarakan rasa frustrasi mereka terhadap perhatian publik terhadap ukuran tubuh, bukannya kebugaran dan kemampuan mereka.

Pada Olimpiade 2012 ini, sejumlah atlet perempuan papan atas membalas kritikan yang mengatakan mereka gemuk, termasuk juara heptatlon Inggris Jessica Ennis, perenang Australia Liesel Jones dan tim sepakbola putri Brazil.

Bagi Mangold, bobot tubuhnya merupakan sesuatu yang ia banggakan.

“Menurut saya, saya dan teman satu tim (Sarah Robles) telah menunjukkan bahwa Anda bisa menjadi atletis dengan ukuran tubuh bagaimanapun,” ujar Mangold, yang mencantumkan tagar “Loving life and living big! (Mencintai kehidupan dan hidup dengan besar!)” pada profil akun Twitternya.

“Saya tidak mengatakan semua orang adalah atlet, tapi yang saya maksud, atlet bisa berukuran berapa saja.”

Mangold, yang mengalami cedera pergelangan tangan tiga minggu lalu, berada di peringkat 10 dari 14 atlet pada Minggu (5/8) dengan ditonton Nick, abangnya yang bermain untuk tim bola kaki AS New York Jets. Robles, sementara itu, berada di peringkat tujuh.

Olimpiade 2012 ini disebut juga ‘Olimpiade Perempuan’ karena mengikutsertakan perempuan di semua cabang olahrada dan dari semua tim nasional, dengan tujuan menghasilkan panutan dalam bidang olahraga dan meningkatkan partisipasi perempuan dalam aktivitas fisik.

Yayasan Olahraga dan Kebugaran Perempuan (Women's Sport and Fitness Foundation, WSFF), sebuah lembaga amal Inggris yang bertujuan menarik lebih banyak perempuan ke dalam bidang olahraga untuk membangun kepercayaan dan harga diri, mengatakan bahwa hanya 12 persen dari gadis Inggris yang pada usia 14 berolahraga secara cukup sesuai dengan rekomendasi.

Menurut ketua eksekutir WSFF Sue Tibballs, riset menunjukkan bahwa citra tubuh yang negatif secara konsisten disebut sebagai penghalang bagi perempuan muda untuk berpartisipasi dalam olahraga, karena budaya pop memberikan pesan bahwa lebih penting menjadi kurus daripada bugar.

Ia menambahkan bahwa perilaku negatif terhadap citra tubuh ini juga berlaku bagi atlet-atlet perempuan di Olimpiade yang ada dalam kondisi fisik puncak dengan citra tubuh yang sehat, namun masih juga dicemooh gemuk.

Kelainan Pola Makan

“Tidak seperti atlet putra, para atlet putri secara reguler akan mendapat komentar mengenai penampilan mereka,” ujar Tibballs.

“Hal ini menambah beban atlet putri. Banyak diantaranya memiliki perilaku negatif terhadap makanan karena mereka ada dalam rutinitas terkontrol dimana berat badan adalah masalah kunci.”

Atlet triatlon Inggris Hollie Avil, yang berkompetisi dalam Olimpiade Beijing 2008, berhenti pada bulan Mei karena alasan kesehatannya, setelah berulangkali mengalami kelainan pola makan karena pelatihnya mengatakan ia terlalu gemuk.

Tibballs mengatakan sulit dipercaya bahwa Jessica Ennis, sang juara heptatlon Inggris dan idola pada Olimpiade London karena perutnya yang rata, disebut gemuk dan dituduh berbobot terlalu tinggi oleh pejabat atletik Inggris level atas sebelum Olimpiade dimulai.

Ennis, 26, merebut medali emas untuk Inggris pada Sabtu (4/8).

Perenang peraih medali emas tiga kali asal Australia, Leisel Jones, mendapati bobot tubuhnya mendapat kritikan media Australia sebelum Olimpiade London dimulai. Media-media tersebut mengatakan ia terlihat kurang fit, tidak seperti saat Olimpiade 2008.
Hal ini memancing amarah teman-teman satu timnya dan kegemparan di dunia maya mengenai citra tubuh dan apa definisi bugar atau gemuk.

“Saya merasa malu media Australia menyerang Leisel, salah satu Olimpian terbaik Australia. Dukunglah para atlet, jangan memojokkan mereka,” ujar teman sesama perenang Melanie Schlanger dalam akun Twitternya.

“Anda tidak dapat menghakimi kebugaran seseorang dari penampilan saja. Lebih baik lagi bila kita tidak usah mengkritik sama sekali.”

Jones menyumbangkan satu medali perak bagi Australia dalam nomor estafet di London.

Perenang Inggris Rebecca Adlington, yang meraih dua medali perunggu di London, memberitahu wartawan bahwa ia tidak ingin membaca komentar-komentar di Twitter selama Olimpiade karena terlalu banyak hinaan mengarah pada penampilannya.

Tim sepakbola putri Brazil disebut “agak gemuk” oleh pelatih tim Kamerun setelah mereka mengalahkan negara Afrika tersebut dengan skor 5-0.

Atlet angkat besi Inggris Zoe Smith memenangkan hati banyak penggemar setelah ia membalas serangan di Twitter bahwa ia terlihat seperti lesbian dan laki-laki. Ia menyebut para kritiknya sebagai “chauvinis, kepala babi yang merasa kurang jantan karena kami lebih kuat dari mereka.”

“Kami tidak mengangkat beban supaya terlihat seksi,” ujar Smith, 18, yang memecahkan rekor Inggris di Olimpiade London setelah masuk peringkat 12 pada kelas putri 58 kilogram.

“Kami, seperti perempuan manapun yang memiliki kepercayaan diri, lebih memilih pria yang cukup percaya diri dan tidak merasa kejantanannya berkurang hanya karena kami tidak lemah dan lesu.” (Reuters/Belinda Goldsmith)

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG