Tautan-tautan Akses

Atlet, Penggemar Antre Ditato di London

  • Selah Hennessy

Tato berbentuk cincin lambang Olimpiade ditorehkan di kulit banyak atlet dan penggemar Olimpiade di London. (Foto: VOA)

Tato berbentuk cincin lambang Olimpiade ditorehkan di kulit banyak atlet dan penggemar Olimpiade di London. (Foto: VOA)

Untuk mengenang prestasi dan pengalaman datang ke Olimpiade, para atlet dan penggemar ditato cincin lambang perhelatan olahraga tersebut.

Olimpiade hanya berjalan selama beberapa minggu, namun sebagian orang yang telah bereada di London untuk acara tersebut memiliki pengingat seumur hidup yang pantas didapatkan meski harus menahan sakit beberapa saat.

Atlet Olimpiade, sukarelawan dan wisatawan mengantre di banyak toko tato yang tersebar di London untuk mendapatkan suvenir dari pengalaman Olimpiade.

Cincin berkait berwarna biru, kuning, hitam, hijau dan merah yang merupakan simbol Olimpiade dirajahkan di kulit banyak atlet sebagai kenangan bahwa mereka telah berkompetisi di salah satu acara olahraga terpenting di dunia.

Steven Kent dari Selandia Baru, misalnya. Perenang yang berkompetisi di nomor estafet 4x200 meter putra itu tidak masuk final, namun sampainya ia di Olimpiade London merupakan alasan yang cukup untuk menorehkan cincin Olimpiade sebagai tato di dadanya.

“Olimpiade berarti banyak bagi kami,” ujar Kent. “Bagi saya, terutama. Ini adalah sesuatu yang selalu ingin saya lalukan dan memiliki kenangan abadi yang bisa dibawa setiap hari adalah sesuatu yang spesial.”

Pada sebuah toko tato di London, simbol Olimpiade itu ditempel di dinding untuk membantu seniman tato dalam membuat puluhan tato. Di ruang tunggu, seluruh tim renang Australia sedang menunggu giliran mereka, termasuk Emily Seebohm yang memenangkan medali perak Olimpiade pada nomor gaya punggung 100 meter.

“Jika Anda berhasil masuk Olimpiade, Anda jadi ingin memamerkannya,” ujar Seebohm. “Bisa ikut dalam Olimpiade adalah prestasi yang besar. Perlu waktu yang lama dan usaha yang besar untuk mencapainya, ini adalah sesuatu yang kami lakukan.”

Para atlet mungkin bukan tipikal pengunjung toko tato di London. Namun mereka tangguh menahan sakit, ujar pemilik toko bernama Mo Coppoletta.

“Banyak dari mereka yang belum cukup umur untuk mendapat tato, dan saya kira ini adalah pengalaman pertama mereka,” ujar Coppoletta. “Mereka santai saja ketika ditato. Saya kira jika Anda menginginkan sesuatu dengan amat sangat, Anda tinggal duduk dan menerimanya.”

Coppoletta mengatakan ia akan menorehkan cincin Olimpiade ke kulit atlet sampai malam dan dalam beberapa hari ke depan, untuk memastikan para atlet Olimpiade dan penggemar mereka memiliki kenangan seumur hidup.
XS
SM
MD
LG