Tautan-tautan Akses

Atlet Difabel Indonesia Berangkat ke Asian Para Games di Korea Selatan

  • Yudha Satriawan

Pelepasan kontingen Asian Para Games di Karanganyar, Solo, 13 Oktober 2014 (Foto: VOA/Yudha)

Pelepasan kontingen Asian Para Games di Karanganyar, Solo, 13 Oktober 2014 (Foto: VOA/Yudha)

Hampir seratus atlet dan pelatih kontingen Indonesia akan berangkat ke Asian Para Games di Korsel. Mereka optimis meraih juara umum seperti laga tingkat Asia tenggara, ASEAN Para Games tahun lalu atau masuk 10 besar.

“Salam olahraga…jayaa..Indonesiaaaa…juaraaa! ”.

Demikian gemuruh yel-yel yang memenuhi sebuah ruangan hotel di perbatasan Solo-Karanganyar, Senin petang (13/10). Ruangan tersebut nampak dipadati oleh sekitar 100 orang berjaket merah dengan logo Garuda dan bertuliskan Indonesia. Ada yang berkursi roda atau memakai tongkat dan penyangga tubuh.

Ketua Komite Nasional Paralimpik (NPC), Senny Marbun, mengatakan kontingen Indonesia ini sudah menjalani latihan mempersiapkan Asian Para Games 2014 di Korea Selatan. Menurut Senny, ada sekitar 75 atlet yang akan bertanding dalam berbagai laga di kejuaraan bergengsi di Asia ini.

“Kita ada 75 atlet dan 25 pelatih yang berangkat ke Incheon Korsel.dan mudah-mudahan kita berusaha maksimal, selama 3 bulan tim ini digembleng di pelatnas NPC dan semolga bisa menambah prestasi," kata Senny Marbun.

Ketua Kontingen Indonesia, James Tangkudung, mengatakan ada sejumlah cabang olahraga yang menjadi incaran tim Indonesia untuk meraih medali emas.

“Pada Asian Para Games tahun 2010 di Ghuang Zou, Indonesia mendapat dua medali emas dan diperingkat 14. Target kami saat ini harus lebih dari tujuh medali emas untuk masuk 10 besar. Tahun lalu saja kita juara umum ASEAN Para Games di Burma (Myanmar - red). Kelima cabang olahraga yang kita target dapat medali emas yaitu atletik, tenis meja, bulutangkis, tenis meja, angkat besi, dan renang,” jelas James Tangkudung.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, yang mengukuhkan dan melepas kontingen Indonesia untuk berlaga di Asian Para Games 2014 ke Korea Selatan tersebut, mengaku tak mau membebani para atlet kontingen dengan target perolehan 7-14 medali emas untuk masuk 10 besar atau saat tim Indonesia meraih Juara umum ASEAN Para Games di Myanmar tahun lalu.

“Saya tidak mau kegagalan seperti pada Asian Games kemarin di Incheon Korsel terulang. Karena kita memaksa target yang terlalu tinggi dan hasilnya ternyata kita gagal dan peringkat kita turun di posisi 17. Ya semoga karena pengalaman kemarin di ASEAN Para Games meraih juara umum di Burma (Myanmar), dengan strategi yang tepat,” kata Menpora Roy Suryo.

Lebih lanjut Roy mengungkapkan Asian Games 2018 mendatang Indonesia menjadi tuan rumah dan untuk Asian Para Games akan digelar di Solo.

Sementara itu, salah seorang atlet difabel yang berlaga di cabang olahraga tenis meja, David Yakob, mengaku optimis meraih medali dan juara meski persaingan antar negara dalam kejuaraan tersebut sangat berat.

“Persaingan jelas lebih berat dibanding saat ASEAN Para Games di Myanmar. Kita khususnya sudah menyiapkan secara fisik dan mental, selama tiga bulan ini kita terus berlatih persiapan bertanding, baik secara teknik maupun fisik. Saya optimis, ini tidak menjadi beban bagi kami, tetapi sebuah tanggung jawab dan kita termotivasi untuk meraih target tersebut,” ujar David Yakob.

Asian Para Games 2014 akan digelar di Incheon Korea Selatan, 18-24 Oktober mendatang. Kontingen Indonesia berangkat besok, Selasa (14/10), dari Bandara Adi Soemarmo Surakarta, Jawa Tengah.

XS
SM
MD
LG